Sebuah kapal tanker melintas di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Iran-AS Saling Bantah soal Kapal Tanker Rusak di Dekat Selat Hormuz
Willy Haryono • 16 September 2026 11:58
Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis rekaman yang disebut memperlihatkan sebuah kapal tanker minyak mengalami kerusakan setelah menabrak ranjau laut di sebelah selatan Selat Hormuz, Selasa, 15 September 2026.
Mengutip Viory, rekaman tersebut memperlihatkan kepulan asap membubung dari kapal tanker di tengah laut. Namun, lokasi dan waktu pengambilan gambar belum dapat diverifikasi secara independen.
IRGC mengatakan kapal tanker minyak raksasa Algaya meledak di sebelah selatan Selat Hormuz setelah menabrak ranjau laut. IRGC juga menyebut kapal tersebut "berniat melintasi wilayah terlarang."
Namun, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) membantah klaim tersebut. CENTCOM mengatakan Algaya sebelumnya telah terkena rudal Iran dan tidak dapat beroperasi.
"Iran kembali menyerang kapal tanker tersebut menggunakan drone pekan ini saat kapal dalam kondisi tidak bergerak di lepas pantai Oman," kata CENTCOM.
Perbedaan klaim tersebut muncul di tengah ketegangan Iran-AS terkait keamanan dan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan situasi di Selat Hormuz berjalan dengan baik. Saat berkunjung ke Irlandia pada Sabtu pekan lalu, Trump juga mengklaim AS "mengendalikan Selat Hormuz".Iran membantah pernyataan pejabat politik dan militer AS yang menyebut Teheran tidak mengendalikan Selat Hormuz maupun klaim bahwa jalur perairan tersebut terbuka bagi pelayaran komersial.
Teheran mengatakan pembukaan Selat Hormuz bergantung pada pemenuhan kewajiban AS sesuai dengan ketentuan dalam nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua negara.
Pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani kesepakatan yang dimediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan tersebut disebut mengakhiri permusuhan antara kedua pihak sekaligus membuka jalan bagi perundingan untuk mencapai kesepakatan final.
Namun, proses perundingan kemudian terhenti akibat perbedaan pandangan mengenai sejumlah isu, termasuk keamanan maritim dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Washington dan Teheran juga saling menuduh melanggar ketentuan yang tercantum dalam nota kesepahaman tersebut.
Insiden kapal tanker Algaya kembali menyoroti ketegangan kedua negara terkait keamanan pelayaran di salah satu jalur perdagangan energi utama dunia. (Razaqa Hariz)
Baca juga: IRGC Klaim Tembak Jatuh 2 Drone MQ-1 di Dekat Selat Hormuz