IRGC mengklaim menembak jatuh dua drone MQ-1 di sekitar Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
IRGC Klaim Tembak Jatuh 2 Drone MQ-1 di Dekat Selat Hormuz
Willy Haryono • 15 September 2026 15:00
Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menembak jatuh dua drone MQ-1 di sekitar Selat Hormuz pada Selasa, 15 September 2026.
Klaim tersebut menjadi insiden keempat yang disebut Iran melibatkan drone jenis sama dalam beberapa hari terakhir.
Dikutip dari Anadolu Agency, IRGC mengatakan salah satu drone ditembak jatuh di sebelah timur Selat Hormuz menggunakan sistem pertahanan udara canggih yang baru dikerahkan.
Sistem tersebut dioperasikan oleh Angkatan Dirgantara IRGC sebagai bagian dari jaringan pertahanan udara terintegrasi Iran.
Di hari yang sama, IRGC sebelumnya mengklaim mencegat sebuah drone MQ-1 di sebelah barat Selat Hormuz. Namun, IRGC tidak memberikan informasi mengenai pihak yang mengoperasikan drone tersebut maupun lokasi pasti insiden.
Sehari sebelumnya, IRGC juga mengklaim telah “menghancurkan” drone lain dengan jenis yang sama, menurut laporan televisi pemerintah Iran IRIB. Sejauh ini belum ada keterangan dari Amerika Serikat mengenai klaim Iran tersebut.
Ketegangan di Selat Hormuz
Serangkaian insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan Iran dan Amerika Serikat terkait Selat Hormuz. Kedua negara masih berselisih mengenai pelayaran dan navigasi di jalur perairan strategis tersebut.Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi lalu lintas energi global. Ketegangan di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan pelayaran dan pasokan energi.
Konfrontasi terbaru antara Iran dan AS berlangsung setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut menyasar sejumlah gedung pemerintah, fasilitas militer, infrastruktur rudal, serta sistem pertahanan udara Iran.
Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di sejumlah wilayah kawasan. Konflik tersebut kemudian meluas ke berbagai bagian kawasan, sementara upaya diplomatik terus dilakukan untuk menghentikan permusuhan.
Klaim terbaru mengenai penembakan drone MQ-1 menambah ketegangan di sekitar Selat Hormuz, terutama ketika kedua negara masih berselisih mengenai keamanan dan kebebasan navigasi di jalur perairan strategis tersebut.
Baca juga: Macron Serukan Jalur Alternatif Selat Hormuz demi Keamanan Pasokan Energi