30 Hektare Lahan di Kawasan Sembalun Rinjani Terbakar, TNGR Pastikan Api Padam

Wisatawan saat camping di kawasan wisata Sembalun kawasan Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat di Lombok Timur, Sabtu (8/8/2026). ANTARA/HO-Humas Balai TNGR.

30 Hektare Lahan di Kawasan Sembalun Rinjani Terbakar, TNGR Pastikan Api Padam

Lukman Diah Sari • 8 August 2026 11:34

Mataram: Tim gabungan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat melakukan pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Maletan Sembalun di kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur.

"Penanganan dilakukan hingga dini hari, Sabtu, 8 Agustus, pukul 01.30 Wita, dan api berhasil dikendalikan serta tidak ditemukan titik api aktif saat pemeriksaan di lokasi kebakaran lahan tersebut," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani NTB, Astekita Ardi, di Lombok Timur, Sabtu, 8 Agustus 2026, melansir Antara.

Ia mengatakan, tiga titik api terdeteksi di kawasan Maletan Resor Sembalun pada Jumat sore, 7 Agustus. Setelah petugas Balai TNGR menerima laporan dari masyarakat, tim gabungan segera melakukan pengendalian untuk mengantisipasi api yang sempat berkembang dan meluas.

"Perkiraan sementara area terdampak kebakaran sekitar 30 hektare yang didominasi vegetasi semak, perdu, dan liana," ujar dia.

Ia menjelaskan, meskipun api dapat dikendalikan dan tidak terlihat lagi, pemantauan, tahap pembersihan, serta pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

"Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lagi," ujarnya.

Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat dari kejauhan. ANTARA/Akhyar Rosidi.

Ia mengimbau masyarakat atau wisatawan yang melakukan pendakian untuk sama-sama menjaga kawasan Gunung Rinjani, serta tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan.

"Mari sama-sama jaga kawasan ini untuk keselamatan bersama," katanya.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Nusa Tenggara Barat telah memasuki musim kemarau, sehingga diharapkan warga dapat tetap waspada untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan maupun kekurangan air bersih.

(Lukman Diah Sari)