Penumpang LRT Jabodebek Boleh Berbuka Puasa di Kereta hingga Pukul 19.00 WIB

LRT Jabodebek. Foto: Dok. LRT Jabodebek.

Penumpang LRT Jabodebek Boleh Berbuka Puasa di Kereta hingga Pukul 19.00 WIB

Putri Anisa Yuliani • 18 February 2026 11:47

Penumpang LRT Jabodebek Boleh Berbuka Puasa di Kereta hingga Pukul 19.00 WIB

Jakarfta: Menyambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Kereta Api Indonesia (KAI) kembali menghadirkan kebijakan khusus bagi pengguna LRT Jabodebek yang menjalankan ibadah puasa. Selama Ramadan 2026, penumpang diperbolehkan membatalkan puasa di dalam kereta maupun di area stasiun sejak waktu azan Magrib hingga pukul 19.00 WIB.

Kebijakan ini ditujukan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang masih berada dalam perjalanan saat waktu berbuka, terutama pada jam sibuk sepulang kerja yang menjadi puncak mobilitas di wilayah Jabodetabek. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan aturan tersebut merupakan bentuk layanan tambahan agar penumpang tetap dapat beribadah tanpa mengganggu ketertiban operasional transportasi.

“Saat waktu berbuka, pengguna LRT Jabodebek diperbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman ringan seperti kurma, roti, dan air minum. Namun, tidak diperkenankan mengonsumsi makanan berat dan yang berbau menyengat demi menjaga kenyamanan bersama,” kataRadhitya dalam keterangannya, Rabu, 18 Februari 2026.

Selain memberikan izin berbuka di dalam rangkaian kereta, pihak operator menyediakan fasilitas air minum gratis di seluruh stasiun. Penumpang dapat memanfaatkan layanan ini untuk membantu kebutuhan berbuka puasa selama perjalanan. Pihak LRT Jabodebek juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan transportasi umum.

“Sampah sisa makanan dan minuman diminta untuk disimpan terlebih dahulu dan dibuang di tempat sampah yang tersedia di stasiun tujuan,” imbau Radhitya.


Ilustrasi buka puasa. Foto: Medcom

Sementara dari sisi layanan operasional, perjalanan LRT Jabodebek tetap berjalan normal selama Ramadan. Kereta tetap melayani sekitar 430 perjalanan pada hari kerja, sedangkan pada akhir pekan, hari libur nasional, dan cuti bersama terdapat sekitar 270 perjalanan.

Melalui kebijakan ini, operator berharap pengguna dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan nyaman tanpa mengurangi aspek keselamatan, keteraturan, serta efisiensi perjalanan transportasi publik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)