SD Negeri 3 Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, gergenang banjir, sehingga siswa menjalani proses belajar mengajar secara daring. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
62 Sekolah di Kudus Terdampak Banjir
Silvana Febiari • 15 January 2026 15:19
Kudus: Sebanyak 62 sekolah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdampak banjir. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara dialihkan secara daring atau online demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
"Kegiatan belajar mengajar secara daring tetap akan digelar selama sekolah tersebut masih terdampak banjir," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Anggun Nugroho, dikutip dari Antara, Kamis, 15 Januari 2026.
Anggun mengungkapkan jumlah sekolah terdampak banjir akan terus dimutakhirkan, mengingat curah hujan masih tinggi. Banjir yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi ini merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus dan berdampak langsung pada aktivitas pendidikan.
Baca Juga :
Puluhan sekolah dasar (SD) dan TK di berbagai kecamatan terpaksa menghentikan KBM tatap muka. Disdikpora Kabupaten Kudus juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh satuan pendidikan yang terdampak banjir untuk meliburkan siswanya dan KBM digelar secara daring.
"Seluruh sekolah kami minta mengutamakan keselamatan warga sekolah, terutama siswa. Jangan memaksakan kegiatan tatap muka apabila kondisi tidak memungkinkan dan berisiko," uja Anggun.
Pihak sekolah juga diminta untuk mengamankan aset-aset penting, seperti perangkat elektronik, alat peraga, dan buku pelajaran, agar terhindar dari kerusakan akibat genangan air.
_11zon.jpg)
Ilustrasi banjir. Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M
Sementara para guru diminta tetap aktif memantau perkembangan siswa dari rumah melalui WhatsApp Group (WAG) atau platform pembelajaran lainnya. Guru juga dapat mengajukan izin work from anywhere (WFA) maupun permohonan toleransi keterlambatan.
Sementara itu Guru Kelas 6 SD Negeri 3 Pasuruhan Lor Muhammad Sa'id mengatakan banjir mulai terjadi setelah siswa selesai mengikuti KBM pada Senin siang, 12 Januari 2026. Sekolah tersebut memiliki 78 siswa, seluruhnya berasal dari Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor.
"Karena halaman sekolah tergenang banjir, maka siswa diliburkan. Sedangkan pembelajaran tatap muka diganti secara daring," ujarnya.