Meski Turun, Harga Bitcoin Masih Stabil di Atas USD71 Ribu

Ilustrasi. Foto: Unsplash.

Meski Turun, Harga Bitcoin Masih Stabil di Atas USD71 Ribu

Husen Miftahudin • 22 March 2026 11:01

New York: Aset digital bitcoin terpantau stabil di atas USD70 ribu pada Sabtu (21/3) setelah mencapai level tertinggi lebih dari USD71 ribu pada sesi sebelumnya. Mata uang kripto terbesar di dunia ini berada di jalur untuk mengakhiri tren kenaikan selama dua minggu karena aset berisiko mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir.

Setelah sebagian besar tidak terpengaruh oleh perkembangan di Timur Tengah selama dua minggu pertama konflik Iran, penurunan selera risiko akibat lonjakan harga minyak akhirnya berdampak pada mata uang kripto minggu ini. Komentar hati-hati dari bank sentral yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga untuk jangka waktu yang lebih lama, juga membebani suasana. 

Mengutip Investing.com, Minggu, 22 Maret 2026, bitcoin terakhir turun 0,59 persen menjadi USD70.622,7. Mata uang kripto ini sempat turun hingga USD68.814,4 pada Kamis (19/3). 

Iliya Kalchev, analis di Nexo Dispatch mengatakan level USD70 ribu tetap menjadi level yang penting. Keberhasilan mempertahankan level ini akan mendorong perdagangan stabilisasi dan mengurangi tekanan pada posisi leverage, kegagalan akan membuka kembali jalan menuju kelompok support berikutnya.

"Aktivitas on-chain yang lebih luas tetap tipis, dengan volume transfer turun 31 persen dan biaya turun 27 persen, karena perdagangan terus bermigrasi ke arah derivatif dan tempat perdagangan ETF, sebuah pergeseran struktural yang membuat penentuan harga semakin didorong oleh arus makro daripada permintaan lokal," tambah Kalchev.
 

Baca juga: Tertekan Suku Bunga Fed Tinggi, Bitcoin Tergelincir ke Kisaran USD70 Ribu
 

Aset berisiko terpukul telak


Aset berisiko seperti saham telah terpukul minggu ini akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah. Aset kripto pun ikut terkena dampak aksi jual. 

Pertempuran belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, dengan berbagai laporan media pada Jumat mengatakan AS sedang mempertimbangkan opsi pengerahan pasukan.

Para pejabat Pentagon telah membuat rencana terperinci untuk mengerahkan pasukan darat AS ke Iran. Dilaporkan juga dimana AS mengerahkan ribuan Marinir dan pelaut tambahan ke Timur Tengah, mengutip tiga pejabat AS.

Minyak mentah Brent, patokan harga minyak global, melonjak hingga mencapai USD119 pada Kamis (19/3), menyusul serangan Israel terhadap ladang gas South Pars di Iran, ladang gas alam terbesar di dunia. Teheran lantas melakukan pembalasan berupa serangan terhadap berbagai lokasi infrastruktur energi di negara-negara tetangga.

AS dan sekutunya sebelumnya telah berupaya meredakan kekhawatiran terkait pasokan karena Selat Hormuz yang sangat penting masih tertutup secara efektif.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington mungkin mengizinkan minyak Iran yang dikenai sanksi dan sudah berada di laut untuk mencapai pasar global, dan menambahkan pelepasan lebih lanjut dari cadangan minyak strategis tetap menjadi pilihan jika kondisi pasar memerlukan intervensi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengatakan Israel akan menahan diri dari melancarkan serangan lebih lanjut terhadap fasilitas energi Iran, meredakan beberapa kekhawatiran akan gangguan yang lebih dalam terhadap ekspor minyak mentah regional.

Sementara itu, sinyal kebijakan terbaru dari Federal Reserve juga terus membebani aset digital. Bank sentral mempertahankan suku bunga tidak berubah minggu ini, sementara petunjuk harga energi yang lebih tinggi dapat memicu tekanan inflasi menyebabkan investor menunda perkiraan waktu potensi penurunan suku bunga tahun ini. 

Bank-bank lain yang setara dengan Fed, seperti Bank Sentral Eropa dan Bank of England, juga mempertahankan suku bunga kebijakan utama mereka tetap stabil, sambil mengatakan mereka berada dalam mode menunggu dan mengamati perkembangan situasi di Timur Tengah.


(Ilustrasi. Foto: dok KBI)
 

Update harga kripto


Adapun, sebagian besar altcoin dihargai lebih tinggi. Sementara sebagian besar altcoin juga mengalami kenaikan pada Jumat, mengikuti pergerakan bitcoin.
  • Ethereum, mata uang kripto peringkat kedua dunia, turun 0,54 persen menjadi USD2.153,37.
  • XRP, kripto peringkat ketiga dunia, turun 1,24 persen menjadi USD1,4419.
  • Solana naik 0,16 persen, sedangkan  Cardano turun 2,11 persen.
  • Di antara token meme, Dogecoin sedikit turun menjadi 0,10 persen.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)