Jaga Kesehatan Pemudik, 282 Pos Kesehatan Disiagakan di Jawa Barat

Pos Terpadu Operasi Lodaya Ketupat 2025 menyerupai Masjid Raya Al-Jabbar di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan

Jaga Kesehatan Pemudik, 282 Pos Kesehatan Disiagakan di Jawa Barat

Roni Kurniawan • 16 March 2026 23:03

Bandung: Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat menyiapkan ratusan pos kesehatan untuk melayani pemudik selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemudik mendapatkan akses layanan kesehatan secara cepat jika mengalami gangguan kesehatan di perjalanan.

Ketua Tim Pelayanan Klinis Dinkes Jawa Barat, dr Selvia Gusrina mengatakan, pihaknya telah menyiapkan mendirikan 282 pos kesehatan (poskes) yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Pos kesehatan tersebut ditempatkan di berbagai titik strategis seperti jalur utama mudik, rest area, terminal, hingga stasiun.

"Selama masa arus mudik, kami menghadirkan 282 pos kesehatan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan," ujar Selvia di RSHS Bandung, Senin, 16 Maret 2026.


Ketua Tim Pelayanan Klinis Dinkes Jawa Barat, dr Selvia Gusrina. (Metrotvnews.com/Roni K)

Selain pos kesehatan, Dinkes Jabar juga menyiapkan rumah sakit rujukan bagi pemudik yang membutuhkan penanganan lanjutan. Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung ditetapkan sebagai pusat rumah sakit rujukan utama selama periode mudik Lebaran.

Selain itu, Dinkes Jabar mengerahkan ribuan tenaga kesehatan yang akan bertugas di berbagai pos pelayanan kesehatan. Para petugas tersebut akan bergiliran bersiaga di poskes yang beroperasi selama 24 jam.

"Total sumber daya manusia yang kami siapkan terdiri dari 762 dokter, 3.726 perawat, 51 tenaga kesehatan tradisional, serta 758 sopir ambulans yang akan bersiaga selama masa arus mudik dan balik," jelasn Selvia.

Selvia menuturkan layanan yang diberikan di pos kesehatan mencakup berbagai jenis pelayanan medis, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum hingga penanganan kasus kegawatdaruratan.

Petugas kesehatan akan memberikan penanganan awal terhadap berbagai kondisi darurat seperti serangan jantung, luka robek akibat kecelakaan, maupun kasus lain yang membutuhkan tindakan medis segera. Jika kondisi pasien memerlukan penanganan lanjutan, lanjut Selvia, petugas akan melakukan rujukan ke rumah sakit terdekat.

Selain layanan medis, pos kesehatan juga menyediakan pelayanan kesehatan tradisional, termasuk pemberian jamu untuk menjaga kebugaran pemudik selama perjalanan.

"Kami juga menyiapkan layanan vaksinasi campak di beberapa pos kesehatan sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit menular, khususnya bagi anak-anak yang melakukan perjalanan mudik bersama keluarga," jelas Selvia.

Selvia mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia apabila mengalami keluhan kesehatan selama perjalanan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)