Mobil Listrik ilustrasi. Dok Freepik
Keberlanjutan Insentif Dinilai Kunci Jaga Momentum Adaptasi Kendaraan Listrik
Arga Sumantri • 17 March 2026 23:07
Jakarta: Pengamat otomotif Bebin Juana menilai keberlanjutan kebijakan insentif menjadi faktor penting dalam menjaga momentum adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Saat ini, sejumlah insentif kendaraan listrik seperti subsidi pembelian dan keringanan pajak yang sebelumnya diberikan pemerintah masih menunggu kepastian perpanjangan.
Menurutnya, jika pemerintah segera memastikan kelanjutan insentif tersebut, minat masyarakat terhadap kendaraan listrik diperkirakan akan meningkat lebih cepat. Hal itu sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah risiko fluktuasi harga minyak dunia.
"Dengan dukungan kebijakan yang jelas dan berkelanjutan, kendaraan listrik bisa menjadi salah satu solusi strategis menghadapi ketidakpastian pasokan dan harga BBM global," ujar Bebin dalam keterangannya, Selasa, 17 Maret 2026.
Menurut Bebin, secara logika kondisi kelangkaan dan tingginya harga bahan bakar minyak akan mendorong konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik. "Pilihan masyarakat pada kendaraan listrik berbasis baterai sebagai alternatif yang patut dipertimbangkan," ujar dia.

Ilustrasi. Dok Medcom.id
Jadi konsumen cerdas
Namun, ia mengingatkan agar konsumen tetap cermat dan tidak sekadar tergiur dengan label teknologi pada kendaraan tersebut. Masyarakat diharapkan memilih kendaraan yang mampu memberikan dampak nyata pada efisiensi konsumsi energi harian."Konsumen harus cerdas memilih kendaraan yang benar-benar membuktikan penghematan BBM," ujarnya.
Bebin memperkirakan, jika terdapat peralihan sekitar 100 ribu hingga 150 ribu konsumen ke kendaraan listrik, dampaknya akan terasa signifikan pada pengurangan antrean pengisian BBM di stasiun pengisian bahan bakar. Langkah tersebut juga berpotensi mengurangi beban pasokan BBM yang selama ini harus dipenuhi.
"Peralihan ini juga dipastikan akan membawa dampak positif bagi keuangan negara melalui berkurangnya konsumsi BBM nasional, meski detail penghematannya memerlukan perhitungan lebih lanjut kementerian terkait," beber dia.