Besok, Kantor Bupati Malang Gelar Pemantauan Hilal Lebaran

Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.

Besok, Kantor Bupati Malang Gelar Pemantauan Hilal Lebaran

Daviq Umar Al Faruq • 18 March 2026 13:14

Malang: Pemantauan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah akan dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia pada besok Kamis, 19 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu penentu penting dalam menetapkan Hari Raya Idulfitri melalui metode rukyat yang dikombinasikan dengan perhitungan astronomi.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, mengatakan pemantauan hilal di wilayah Malang akan dipusatkan di Kantor Bupati Malang, Kecamatan Kepanjen. Lokasi ini dipilih berdasarkan undangan resmi dari pemerintah daerah setempat.

“Untuk pemantauan hilal di seluruh Indonesia akan dilakukan besok tanggal 19 Maret 2026. Berdasarkan undangan dari Pemkab. Malang akan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Malang,” ujar Ricko, Rabu 18 Maret 2026.

Pemantauan hilal merupakan bagian dari proses penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah yang berbasis peredaran Bulan mengelilingi Bumi. Penentuan ini krusial bagi umat Islam karena berkaitan langsung dengan waktu pelaksanaan ibadah, termasuk Ramadan dan Idulfitri.

BMKG berperan memberikan data ilmiah terkait posisi Bulan dan Matahari kepada para pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama. Data tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat untuk menetapkan awal bulan Hijriah secara nasional.

Selain melalui perhitungan atau hisab, BMKG juga melakukan rukyat hilal di puluhan titik pengamatan di Indonesia. Hasil observasi ini bahkan dapat diakses masyarakat secara daring melalui siaran langsung di kanal resmi BMKG.

Ilustrasi pemantauan hilal. Foto: Dok Metrotvnews.com

Dalam prakiraan hilal 19 Maret 2026, BMKG telah merilis sejumlah parameter penting yang digunakan dalam analisis visibilitas hilal. Parameter tersebut meliputi waktu konjungsi atau ijtima, ketinggian hilal, elongasi, umur bulan, hingga fraksi iluminasi Bulan.

Data lain yang turut disajikan mencakup peta lag atau selang waktu antara terbenamnya Matahari dan Bulan, serta potensi gangguan dari objek astronomis lain saat pengamatan. Informasi ini penting untuk memastikan akurasi hasil rukyat di lapangan.

Dengan kombinasi data hisab dan hasil rukyat, pemerintah diharapkan dapat menetapkan awal Syawal 1447 H secara tepat. Keputusan tersebut nantinya akan menjadi acuan resmi bagi umat Islam dalam merayakan Idulfitri di Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)