Ilustrasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Dua Raja Satu Tahta: Konflik Suksesi Keraton Solo Pasca-Pakubuwono XIII Wafat
Triawati Prihatsari • 17 December 2025 09:00
Solo: Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Pakubuwono XIII, wafat pada Minggu, 2 November 2025, di usia 77 tahun. Kabar kepergian raja cukup mengejutkan publik, karena sebelumnya tidak banyak beredar informasi mengenai kondisi kesehatannya.
Faktanya, Pakubuwono XIII telah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih 100 hari di RS Indriati Solo Baru, Sukoharjo, akibat kondisi kesehatan yang terus menurun.
(1).jpg)
Sinuhun Pakubuwono XIII
Jenazah mendiang raja disemayamkan di Sasana Parasdya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat selama empat hari sebelum dimakamkan pada Rabu, 5 November 2025, di Pemakaman Raja-Raja Mataram Islam, Imogiri, Bantul, DIY. Selama masa penyemayaman, ribuan karangan bunga memenuhi kawasan keraton.
Selain itu, sejumlah tokoh nasional turut hadir melayat, di antaranya akil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, serta Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X. Keraton juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk memberikan penghormatan terakhir.

Wapres Gibran Rakabuming Raka melayat PB XIII. Metrotvnews.com/ Triawati
Jenazah PB XIII dikirab menggunakan kereta jenazah berusia lebih dari 100 tahun, peninggalan era Pakubuwono VII, yang ditarik delapan ekor kuda. Dua kereta lain mengiringi prosesi, termasuk kereta penyebar udik-udik.
"Iring-iringan pengantar jenazah dilakukan jajaran prajurit keraton dan berbagai pihak yang terlibat. Turut mengiringi abdi dalem dan keluarga, ada prajurit juga. Selain kereta jenazah ada dua kereta yang mengiringi dan kereta untuk menyebar udik-udik sampai di Loji Gandrung," ungkap adik Pakubuwono XIII, GPHA Dipokusumo.
Sebelum pemberangkatan ke Imogiri, keluarga Keraton melaksanakan tradisi brobosan, ritual adat Jawa sebagai simbol perpisahan terakhir. Ribuan warga Solo dan sekitarnya memadati rute kirab hingga Loji Gandrung, tempat transit sebelum jenazah diberangkatkan ke Yogyakarta.
Ikrar Raja Baru di Tengah Duka
Di tengah suasana duka, isu suksesi Keraton mulai mencuat. Putri sulung PB XIII, GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani, menegaskan bahwa sang ayah telah menobatkan KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram (Gusti Purbaya) sebagai putra mahkota sejak 2022, bertepatan dengan prosesi Jumenengan PB XIII."Saya harus pertegas, Pakubuwono XIII pada 2022 sudah mengukuhkan dan melantik putra mahkota (Gusti Purbaya). Jadi saya dengan ini mempertegas bahwa beliau mengamanatkan pada kami putra putrinya. Kita harus menjalankan amanah itu, untuk njumenengaken (mengangkat menjadi raja) putra mahkota dimana itu itu kanjeng Gusti Purbaya,” ujar Gusti Timur.

KGPH Purboyo usai menjalani prosesi Jumenengan sebagai Pakubuwono XIV. Metrotvnews.com/ Triawati
Menurut GKR Timoer, amanat tersebut wajib dijalankan oleh seluruh putra-putri PB XIII dan tidak boleh dilanggar karena bertentangan dengan adat Kasunanan. Namun, situasi memanas saat KGPAA Hamangkunegoro (Gusti Purboyo) membacakan ikrar kesanggupan sebagai Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bergelar Pakubuwono XIV, tepat di hadapan jenazah ayahandanya pada 5 November 2025.
Ikrar tersebut disampaikan di pelataran Sasana Sewaka, disaksikan keluarga besar Keraton, abdi dalem, sentana, dan masyarakat. GKR Timoer menyebut sumpah tersebut sebagai tradisi leluhur dan simbol kesinambungan kepemimpinan, bukan pelanggaran adat.
Penolakan dan Dualisme Kepemimpinan
Pihak Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta, melalui juru bicara Bambang Pradotonagoro, menilai langkah Gusti Purboyo terlalu dini dan tidak sesuai paugeran. Menurutnya, masa berkabung seharusnya berlangsung 40 hingga 100 hari, sementara ikrar dilakukan bahkan sebelum jenazah diberangkatkan.Bambang juga menegaskan bahwa per 5 November 2025, KGPA Tedjowulan ditunjuk sebagai pelaksana tugas (caretaker) Keraton, berdasarkan SK Mendagri Nomor 430.2933 Tahun 2017.
Konflik kian meruncing ketika Keluarga Besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menobatkan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV, dalam prosesi terpisah pada Kamis, 13 November 2025. Hangabehi merupakan putra sulung PB XIII dari pernikahan kedua.
.jpg)
KGPH Hangabehi sekaligus Pakubuwono XIV.
Perwakilan keluarga besar, GKR Wandansari Koes Murtiyah (Gusti Moeng), menyatakan penobatan Hangabehi merupakan hasil kesepakatan keluarga besar lintas generasi.
"Kami berpegang pada yang namanya hak itu kan Gusti Allah sing maringi (yang memberi). Gusti Bei (Hangabehi) yang sekarang Pakubuwono XIV kan tidak meminta kepada Allah untuk dilahirkan lebih tua daripada Purboyo," ujar Perwakilan Keluarga Besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Gusti Moeng, di Solo, Kamis, 13 November 2025.
Tak lama berselang, kubu Gusti Purboyo menggelar prosesi Jumenengan tertutup pada Sabtu, 15 November 2025, mempertegas klaimnya sebagai Pakubuwono XIV. Hingga akhir 2025, dualisme kepemimpinan Keraton Solo masih berlanjut.
Sikap Pemerintah
Wali Kota Solo Respati Ardi, yang menegaskan Pemkot Solo tidak akan ikut campur. Yang terpenting, keamanan warga, khususnya di kawasan Baluwarti, tetap terjaga."Yang penting warga Baluwarti di sana aman. Tidak terganggu keamanan. Kami akan serius bertindak ketika keamanan dan kondusivitas warga kami terganggu," ungkap Respati.
Konflik tersebut juga mendapat tanggapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yang juga warga Solo. Menurut Jokowi, konflik suksesi merupakan urusan internal Keraton. Ia berharap semua pihak menjaga kerukunan dan kondusivitas.
"Itu urusan internal keraton. Yang paling penting kita semua bisa menjaga kerukunan, masalahnya bisa terselesaikan. (bakal mempertemukan?) Itu nanti pemerintah," ujar Jokowi.