MPLS Sekolah Rakyat Dimulai, Mensos Targetkan Kapasitas 2.000 Siswa per Gedung

Mensos Saifullah Yusuf saat membuka MPLS Sekolah Rakyat di Sragen. Metrotvnews.com/ Triawati

MPLS Sekolah Rakyat Dimulai, Mensos Targetkan Kapasitas 2.000 Siswa per Gedung

Triawati Prihatsari • 14 July 2026 17:36

Sragen: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul secara resmi membuka masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) seluruh Sekolah Rakyat (SR) di Indonesia secara simbolis di SR Sragen, Selasa, 14 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul mengatakan segera menambah kapasitas siswa di SR Permanen, dari 1.000 menjadi 2.000 siswa. 

Menurutnya, penambahan kapasitas siswa di SR permanen tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Hingga kini, sebanyak 104 SR telah dibangun di berbagai titik di Indonesia. 

"Awalnya kan satu gedung dirancang untuk sekitar 1.000 siswa. Namun sesuai arahan Bapak Presiden, kapasitasnya akan ditingkatkan menjadi 2.000 siswa per gedung. Agar semakin banyak anak yang bisa mendapatkan akses pendidikan berkualitas. Sampai sekarang sudah ada 104 sekolah, targetnya nanti nambah jadi 200 sekolah," ungkap Gus Ipul, di Sragen, Selasa, 14 Juli 2026. 

Mensos Saifullah Yusuf saat membuka MPLS Sekolah Rakyat di Sragen. Metrotvnews.com/ Triawati

Saat ini, sebanyak 28.478 siswa mengisi SR di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari 6.305 siswa SRSD terbagi menjadi 210 rombel, 11.186 siswa SRSMP terbagi menjadi 373 rombel, serta 11.077 siswa SRSMA terbagi menjadi 369 rombel. 

Menurut Gus Ipul, pascalulus dari SR, para siswa bisa melanjutkan ke SR jenjang berikutnya. Namun demikian, ia memastikan para siswa tersebut tetap memenuhi kriteria sebagai siswa di Sekolah Rakyat. 

"Iya, siswa SRSD bisa langsung melanjutkan di SRSMP. Siswa SRSMP kita arahkan masuk Sekolah Garuda. Sambil terus kita evaluasi, terkait status ekonomi orang tua siswa. Kalau dalam prosesnya orang tua meningkat ekonominya, kita sarankan masuk ke sekolah lain," imbuh Gus Ipul.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sragen Yuniarti mengatakan, SR di Sragen tahun ini telah menampung sebanyak 220 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Ia memastikan penjangkauan siswa untuk SR dilakukan dengan ketat sesuai kriteria. 

"Total ada 10 siswa jenjang SD, 105 siswa jenjang SMP dan 105 siswa jenjang SMA. Jadi penjangkauan siswa SR melibatkan semua pihak. Dilakukan dengan ketat dan diputuskan melalui pleno," beber Yuniarti.

(Lukman Diah Sari)