Progres Tol Kataraja Seksi 1 Capai 94,9%, Uji Jembatan Ramp 1 Kelar

Pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 STA 0+000–6+700. Foto: dok PTPP.

Progres Tol Kataraja Seksi 1 Capai 94,9%, Uji Jembatan Ramp 1 Kelar

Husen Miftahudin • 8 September 2026 16:00

Jakarta: PT PP (Persero) Tbk (PTPP) terus mendorong penyelesaian pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 STA 0+000–6+700. Hingga periode pelaporan, progres pembangunan ruas tol tersebut mencapai 94,923 persen, dengan sisa pekerjaan sekitar 5,077 persen.

Proyek ini memiliki nilai kontrak Rp1,46 triliun sebelum pajak pertambahan nilai (PPN) dan masa pelaksanaan hingga 14 Oktober 2026. Jalan Tol Kataraja Seksi 1 dibangun untuk meningkatkan konektivitas Jakarta dan Banten. Ruas tersebut menghubungkan Jalan Tol Prof. Dr. Sedyatmo di Jakarta Utara dengan wilayah Kosambi, Tangerang.

Kehadiran ruas tol ini diarahkan untuk mendukung akses transportasi dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju kawasan PIK 2. Selain mobilitas masyarakat, jalan tol tersebut diharapkan mendukung distribusi logistik serta pengembangan kawasan industri dan pergudangan di wilayah utara Tangerang.

Dalam pembangunan proyek tersebut, PTPP menerapkan sejumlah inovasi engineering. Salah satunya melalui review design pada jembatan box girder balanced cantilever yang melintasi Sungai Kamal.

Optimalisasi jumlah segmen dari 12 menjadi tujuh segmen per traveller mempercepat pekerjaan erection hingga satu bulan lebih awal dari target sebelumnya. Sementara itu, pada Jembatan JC Sedyatmo yang memiliki bentang lebih dari 100 meter dan radius terkecil sekitar 88 meter, PTPP menerapkan Sistem Monitoring Kesehatan Struktur.

Sistem tersebut menggunakan lebih dari 100 sensor untuk memantau kondisi struktur sejak tahap konstruksi hingga masa operasional.
 

 

Pekerjaan Junction Sedyatmo jadi tantangan


Salah satu tantangan utama proyek terdapat pada pekerjaan Junction Sedyatmo yang berada di atas Jalan Tol Sedyatmo. Ruas tersebut merupakan salah satu akses utama menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Keterbatasan area kerja membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan konstruksi yang terukur dengan tetap memperhatikan aspek Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE).

Sebagai bagian dari tahapan keberterimaan jembatan, Jembatan Ramp 1 JC Sedyatmo telah menjalani uji pembebanan pada 27-29 Agustus 2026 bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus (BKJTK).

Pengujian dilakukan secara dinamis dan statis dengan berbagai skema pembebanan sesuai Pedoman Penyelenggaraan Keamanan Jembatan Khusus Nomor 13/P/BM/2025.


(Jembatan Ramp 1 JC Sedyatmo saat menjalani uji pembebanan. Foto: dok PTPP)
 

PTPP kebut penyelesaian proyek


Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan selesainya uji pembebanan Jembatan Ramp 1 JC Sedyatmo menunjukkan komitmen perusahaan dalam menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1.

"Selesainya uji pembebanan Jembatan Ramp 1 JC Sedyatmo menunjukkan komitmen PTPP dalam menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan, dan keandalan konstruksi," ujar Joko seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026.

Dengan progres pembangunan mencapai 94,923 persen dan rampungnya uji pembebanan Jembatan Ramp 1 JC Sedyatmo, PTPP terus mendorong penyelesaian proyek sesuai target.

Perusahaan menyatakan akan melanjutkan pembangunan dengan mengandalkan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki untuk mendukung penyediaan infrastruktur transportasi di wilayah Jakarta dan Tangerang.

"Kami optimistis proyek ini dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas logistik dan pengembangan kawasan di wilayah Tangerang dan sekitarnya," tutup Joko.

(Husen Miftahudin)