Hari Ketiga Operasi SAR, Polri Perkuat Pencarian Jurnalis dan Awak Kapal di Selat Sunda

Operasi SAR hari ketiga di perairan Selat Sunda diperluas hingga 2.483 NM² dengan melibatkan lebih dari 280 personel gabungan. (Dok. IST)

Hari Ketiga Operasi SAR, Polri Perkuat Pencarian Jurnalis dan Awak Kapal di Selat Sunda

Duta Erlangga • 11 September 2026 07:51

Jakarta: Memasuki hari ketiga, operasi Search and Rescue (SAR) terhadap jurnalis dan awak kapal yang masih dalam pencarian di perairan Selat Sunda, Banten, terus diperkuat. Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur SAR gabungan mengerahkan kekuatan untuk memperluas penyisiran dan menemukan delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Sejak pagi, personel kembali menyisir wilayah laut yang telah dibagi ke dalam sejumlah zona. Sedikitnya 59 personel Polri dilibatkan dalam operasi hari ketiga. Kekuatan tersebut dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto, yang turut berada di tengah laut menggunakan KP Sanjaya-7017 untuk memantau proses pencarian.


Operasi SAR hari ketiga di perairan Selat Sunda diperluas hingga 2.483 NM² dengan melibatkan lebih dari 280 personel gabungan. (Dok. IST)

Di darat, Subditgakkum Ditpolairud Polda Banten juga melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan dan memverifikasi informasi mengenai rangkaian peristiwa sebelum kapal hilang kontak.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pencarian dan penyelidikan berjalan beriringan dalam penanganan peristiwa tersebut.

“Prioritas kami adalah menemukan jurnalis dan awak kapal yang masih dalam pencarian. Karena itu, kekuatan SAR terus kami perkuat. Bersamaan dengan itu, penyelidikan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat diketahui berdasarkan fakta. Di laut kami mencari dan berupaya menyelamatkan, di darat kami mengumpulkan serta memverifikasi setiap informasi,” ujar Trunoyodo.

Pencarian Diperluas hingga 2.483 NM²

Pada hari ketiga, wilayah operasi dibagi menjadi enam zona pencarian dengan total luas mencapai 2.483 nautical mile square (NM²).

KP Sanjaya-7017 kembali melakukan penyisiran pada sektor yang telah ditentukan, sementara personel Polri juga memperkuat KN SAR Tetuka milik Basarnas.

Pembagian zona dilakukan agar wilayah pencarian yang luas dapat disisir secara sistematis dan terarah. Dalam menentukan pola pencarian, tim mempertimbangkan posisi terakhir kapal, arah angin, arus, gelombang, kondisi cuaca serta perkembangan informasi di lapangan.

Setiap tanda dan informasi yang ditemukan menjadi perhatian tim untuk ditindaklanjuti.

“Kami terus memperluas dan mengoptimalkan pencarian. Setiap informasi sekecil apa pun akan diperhatikan karena dapat menjadi petunjuk penting bagi tim di lapangan,” kata Trunoyodo.

Polri Hadir Langsung di Tengah Operasi

KP Sanjaya-7017 telah terlibat dalam operasi sejak hari kedua dan kembali bergerak pada hari ketiga.

Pada Kamis pagi, personel melaksanakan briefing sebelum bergerak menuju wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto turut berada di kapal tersebut bersama personel untuk memastikan pelaksanaan pencarian berjalan sesuai rencana.

Polri juga memperkuat KN SAR Tetuka milik Basarnas dengan menempatkan personel Ditpolairud Polda Banten.

Kehadiran personel Polri pada berbagai unsur operasi menjadi bagian dari upaya memastikan pencarian dilakukan secara maksimal dan terpadu.


Operasi SAR hari ketiga di perairan Selat Sunda diperluas hingga 2.483 NM² dengan melibatkan lebih dari 280 personel gabungan. (Dok. IST)

Lebih dari 280 Personel Bersatu dalam Pencarian

Operasi hari ketiga melibatkan lebih dari 280 personel gabungan dari Polri, Basarnas, TNI, Bakamla, KSOP, BPBD, potensi SAR, nelayan, masyarakat dan unsur terkait lainnya.

Berbagai sarana pencarian dan pendukung juga digunakan untuk memperluas jangkauan operasi.

“Ini adalah kerja bersama. Polri, Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat memiliki tujuan yang sama, yaitu menemukan mereka yang masih dalam pencarian dan memberikan kepastian kepada keluarga,” ujar Trunoyodo.
   

Menghadapi Laut dengan Tetap Mengutamakan Keselamatan

Pencarian berlangsung di tengah kondisi laut yang dinamis. Sejumlah wilayah operasi mengalami berawan tebal hingga berkabut, angin sekitar 15 knot, serta gelombang yang di beberapa area mencapai 2,5–4 meter.

Kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi. Karena itu, setiap pergerakan unsur SAR disesuaikan dengan kondisi lapangan dan mengutamakan keselamatan personel.

“Kami menyadari tantangan yang dihadapi personel di lapangan. Keselamatan tetap menjadi prioritas, tetapi semangat untuk mencari tidak boleh surut. Seluruh kemampuan terus kami optimalkan,” tegas Trunoyodo.


Operasi SAR hari ketiga di perairan Selat Sunda diperluas hingga 2.483 NM² dengan melibatkan lebih dari 280 personel gabungan. (Dok. IST)

Penyelidikan di Darat Berjalan untuk Memastikan Rangkaian Peristiwa

Sementara pencarian berlangsung di laut, Subditgakkum Ditpolairud Polda Banten terus melakukan penyelidikan.

Pada Rabu, 9 September 2026 malam, penyidik telah meminta keterangan dari empat pihak yang berkaitan dengan kapal, yakni pemilik kapal, dua pekerja galangan kapal serta pihak yang berkaitan dengan proses docking atau perbaikan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi selengkap mungkin mengenai kondisi kapal dan rangkaian peristiwa sebelum hilang kontak.

Keterangan yang diperoleh akan diverifikasi dan didalami bersama informasi lainnya. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung.

“Penyelidikan ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat diketahui secara utuh. Kami tidak berspekulasi dan tidak mendahului kesimpulan. Semua informasi akan kami verifikasi berdasarkan fakta yang ditemukan,” jelas Trunoyodo.

Keselamatan dan Kepastian Menjadi Perhatian

Polri memahami bahwa operasi ini bukan hanya tentang pencarian di wilayah laut yang luas, tetapi juga tentang harapan keluarga yang menunggu kabar.

Karena itu, pencarian terus dilakukan secara maksimal, sementara penyelidikan berjalan untuk memastikan penanganan peristiwa dilakukan secara menyeluruh.

“Kami memahami apa yang dirasakan keluarga. Mereka membutuhkan kepastian. Karena itu, kami akan terus melakukan pencarian dengan seluruh kemampuan yang ada, sekaligus memastikan setiap informasi mengenai kejadian ini ditangani secara serius,” pungkas Trunoyodo.

Polri mengimbau masyarakat dan nelayan yang memiliki informasi mengenai keberadaan jurnalis dan awak kapal tersebut agar segera menyampaikannya kepada Basarnas, Polri atau aparat berwenang.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pencarian secara mandiri, terutama memasuki wilayah operasi atau perairan sekitar Gunung Anak Krakatau tanpa koordinasi dengan petugas SAR.

(Rosa Anggreati)