Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari Tbk Arifin Lambaga menerima penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026. Dokumentasi/ istimewa.
Ketika Tata Kelola Menjadi Bagian dari Menjaga Kepercayaan Investor
Deny Irwanto • 10 September 2026 17:36
Jakarta: Tata kelola perusahaan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis. Bagi PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU International), penerapan governance, risk management, and compliance (GRC) dilakukan dengan mengintegrasikan pengelolaan tata kelola, risiko, dan kepatuhan ke dalam strategi serta kegiatan operasional perusahaan.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Testing, Inspection and Certification (TIC), pengelolaan risiko dan kepatuhan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan usaha. Pendekatan tersebut mencakup proses perumusan strategi, identifikasi risiko, pelaksanaan kegiatan, hingga assurance.
Penerapan GRC MUTU International juga mendapat apresiasi melalui TOP GRC Awards 2026 dengan predikat #STAR4. Dalam ajang tersebut, Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari Tbk Arifin Lambaga juga menerima penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026.
VP Corporate Communication & Investor Relations PT Mutuagung Lestari Tbk, Adam Isa, mengatakan GRC tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan aturan, tetapi juga berhubungan dengan cara perusahaan menjalankan kegiatan usaha.
“Penghargaan TOP GRC Awards 2026 ini merupakan bukti bahwa komitmen MUTU International dalam menjaga kualitas tata kelola dan kepatuhan terus dijalankan secara konsisten. Bagi kami, GRC bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi merupakan bagian dari cara perusahaan menjaga kualitas layanan, mengelola risiko secara prudent, serta membangun dan mempertahankan kepercayaan investor dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Adam dalam keterangan pers dikutip, Kamis, 10 September 2026.
Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari Tbk Arifin Lambaga menerima penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026. Dokumentasi/ istimewa.
“Kepercayaan investor pada akhirnya lahir dari konsistensi. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa setiap pertumbuhan bisnis MUTU International selalu berjalan beriringan dengan kualitas governance, pengendalian risiko, kepatuhan, dan keterbukaan informasi. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan standar tersebut,” jelas Adam.
Pengelolaan Risiko dalam Kegiatan Usaha
Dalam menjalankan kerangka GRC, MUTU International telah memetakan sejumlah risiko yang berpotensi memengaruhi kegiatan usaha. Risiko tersebut mencakup perubahan kebijakan dan regulasi industri, perizinan dan akreditasi, persaingan dan inovasi, tuntutan hukum, sumber daya manusia, fraud, serta keamanan siber.
Pada aspek kepatuhan dan integritas, perusahaan menerapkan sejumlah mekanisme, mulai dari regulatory mapping, compliance monitoring, ethics and anti-bribery hingga whistleblowing system (WBS).
MUTU International juga menerapkan Sistem Manajemen AntiPenyuapan ISO 37001, pakta integritas, serta mekanisme penilaian conflict of interest dalam penugasan.
Sementara itu, fungsi pengendalian dan assurance melibatkan Satuan Pengawasan Internal, fungsi penjaminan mutu, dan Corporate Secretary. Perusahaan juga menjalankan audit internal yang berkaitan dengan sejumlah standar akreditasi, antara lain ISO 17021 untuk sistem manajemen, ISO 17065 untuk sertifikasi produk dan layanan, ISO 17025 untuk pengujian, ISO 17020 untuk inspeksi, serta ISO 17029 untuk verifikasi dan validasi gas rumah kaca.
ESG Menjadi Bagian dari Pengelolaan Risiko
Pengelolaan risiko perusahaan juga mencakup aspek Environmental, Social and Governance (ESG). MUTU International mengintegrasikan risiko ESG ke dalam Enterprise Risk Management (ERM).
Sejumlah risiko yang diperhitungkan antara lain perubahan iklim dan regulasi, risiko reputasi terkait greenwashing, serta risiko yang berkaitan dengan keberlanjutan rantai pasok dan portofolio bisnis.
Aspek keberlanjutan juga berkaitan dengan layanan yang dijalankan perusahaan, termasuk sertifikasi dan verifikasi terkait emisi karbon, ISO 14064, ISO 14065, serta layanan yang berkaitan dengan perdagangan karbon. Adam mengatakan pengelolaan GRC dan keberlanjutan akan menjadi bagian dari perkembangan perusahaan ke depan.
“Ke depan, kami melihat GRC dan sustainability akan semakin menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pertumbuhan perusahaan. Bagi MUTU International, menjaga kualitas berarti juga menjaga integritas proses, kualitas data, independensi layanan, serta memastikan setiap keputusan bisnis mempertimbangkan risiko dan keberlanjutan. Ini yang pada akhirnya akan memperkuat fundamental perusahaan dan memberikan keyakinan yang lebih besar kepada investor,” jelas Adam.
Tata Kelola Berjalan Bersama Pertumbuhan Bisnis
Penerapan tata kelola tersebut berjalan bersamaan dengan perkembangan bisnis MUTU International. Berdasarkan data kinerja 2023–2025 yang dipaparkan dalam materi TOP GRC Awards 2026, pendapatan perusahaan meningkat dari Rp286,709 miliar pada 2023 menjadi Rp308,840 miliar pada 2024.
Pada 2025, pendapatan kembali meningkat menjadi Rp331,483 miliar. Dengan demikian, pendapatan MUTU International tumbuh sekitar 15,6 persen dalam dua tahun.
Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha, sementara tata kelola, pengelolaan risiko, kepatuhan, dan aspek keberlanjutan terus ditempatkan dalam proses pengelolaan bisnis.