Ilustrasi dentuman. (Pexels)
Dentuman Misterius Gegerkan Malang Raya, Ini Kata BMKG
Daviq Umar Al Faruq • 9 September 2026 15:12
Malang: Suara dentuman misterius mengguncang kawasan Malang Raya, Jawa Timur, Selasa malam, 8 September 2026. Rentetan suara keras yang terdengar hampir bersamaan itu sempat memicu kepanikan warga hingga memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang memastikan suara dentuman misterius tersebut bukan berasal dari gempa tektonik maupun petir. Kesimpulan itu diperoleh setelah petugas menganalisis data pemantauan saat fenomena tersebut terjadi.
"Hasil pemantauan BMKG Stasiun Geofisika Malang pada aktivitas gempa bumi tektonik dan sambaran petir sekitar pukul 22.00 WIB, tidak terdeteksi aktivitas gempa bumi tektonik dan sambaran petir di wilayah Malang dan sekitarnya pada waktu tersebut yang berpotensi menimbulkan suara dentuman," ujar Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang, Ricko Kardoso, Rabu, 9 September 2026.
Otoritas geofisika langsung mengevaluasi laporan warga terkait suara dentuman tersebut. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi seismik dan atmosfer di wilayah Malang Raya relatif stabil.
Penyisiran kemungkinan penyebab fenomena ini kemudian diarahkan pada aktivitas geologi gunung api aktif di Jawa Timur. BMKG berkoordinasi langsung dengan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Hasil komunikasi antarlembaga mengonfirmasi adanya dinamika vulkanik di gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Peningkatan tekanan gas di dalam gunung diduga memicu pelepasan energi suara dalam beberapa pekan terakhir.
"Berdasarkan hasil koordinasi, disampaikan bahwa aktivitas letusan Gunung Api Semeru dalam beberapa minggu terakhir terkadang disertai suara dentuman maupun gemuruh dengan intensitas lemah, sedang, hingga kuat, yang berkaitan dengan peningkatan tekanan gas vulkanik," tutur Ricko.
Meski indikasi mengarah pada aktivitas Gunung Semeru, BMKG memastikan suara tersebut bukan berasal dari gempa maupun petir. Analisis ini dilakukan untuk memastikan informasi yang beredar di masyarakat tidak menimbulkan simpang siur.
"Berdasarkan hasil monitoring data yang telah dilakukan, BMKG Stasiun Geofisika Malang memastikan bahwa suara dentuman tersebut bukan disebabkan oleh aktivitas gempa bumi tektonik dan petir," tegas Ricko.

Gunung Semeru. (Dokumentasi/ PVMBG)
Ricko meminta warga Malang Raya tidak panik dan tetap menyaring seluruh informasi yang diterima. Pengawasan lanjutan terus dilakukan guna memantau perkembangan situasi geologi di kawasan tersebut.
"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak berspekulasi mengenai sumber suara dentuman, serta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial yang belum dapat diverifikasi kebenarannya. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti informasi resmi dari instansi yang berwenang," imbau Ricko.