Pemulihan infrastruktur melalui rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumbar dan Sumut. Foto: dok Brantas Abipraya.
Brantas Abipraya-Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatra
Husen Miftahudin • 8 July 2026 14:01
Jakarta: PT Brantas Abipraya (Persero) bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendukung program pemulihan infrastruktur nasional melalui rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Melalui pembangunan ini, Brantas Abipraya berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana menyampaikan keterlibatan perusahaan dalam pembangunan ini merupakan wujud kehadiran negara melalui BUMN Karya dalam mendukung pemulihan masyarakat yang terdampak bencana, khususnya saat ini di Sumatra Barat dan Sumatra Utara.
"Setiap pembangunan yang kami laksanakan dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ini merupakan bagian dari komitmen Brantas Abipraya untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih siap menghadapi bencana, sekaligus mendukung percepatan pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak. Kami bekerja sama dengan Kementerian PU untuk memastikan setiap pekerjaan, mulai dari normalisasi alur sungai hingga perkuatan tebing, benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 Juli 2026.
Di Provinsi Sumatra Barat, penanganan dilakukan pada 10 wilayah, yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kota Pariaman, dan Kota Padang.
Pembukaan alur sungai dilakukan melalui pengerukan sedimentasi guna mengembalikan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi risiko banjir. Pekerjaan ini dilaksanakan di Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, serta di Batang Bayang, Batang Lengayang, dan Batang Palangai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.
Perkuatan tebing dengan bronjong dilaksanakan sebagai bentuk perlindungan kawasan permukiman dari ancaman longsor dan erosi, tepatnya di Desa Pisang Palah, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.
| Baca juga: Brantas Abipraya: Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor Capai 81,42% |

(Pekerjaan perkuatan tebing dengan bronjong sebagai perlindungan area pemukiman warga di Desa Pisang Palah, Kec. Galang, Kab. Deli Serdang, Sumatra Utara. Foto: dok Brantas Abipraya)
Infrastruktur tangguh untuk pemulihan masyarakat
Dian menegaskan pembangunan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga bertujuan mengembalikan rasa aman serta memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
"Kami ingin masyarakat di Sumatra Barat dan Sumatra Utara merasakan bahwa pemulihan ini nyata, bukan hanya perbaikan fisik, tetapi juga pemulihan rasa aman dan keberlangsungan aktivitas sehari-hari. Ini adalah bagian dari cara kami melayani sepenuh hati untuk Indonesia yang lebih tangguh," kata Dian.
Ia menambahkan Brantas Abipraya akan terus menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
"Komitmen inilah yang menjadi landasan bagi Brantas Abipraya dalam setiap langkah pembangunan yang dijalankan sejalan dengan semangat Membangun Lebih Baik, Demi Indonesia yang Lebih Tangguh," tutup Dian.