Ilustrasi. Dok Media Indonesia.
MPR Dukung Upaya Perbaikan Pasar Modal
Arga Sumantri • 1 February 2026 17:52
Jakarta: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terus mendukung perbaikan pasar modal nasional dan reformasi ekonomi yang berkeadilan di tengah dinamika dan tantangan global yang kian kompleks.
"Pasar modal bukan hanya soal angka dan indeks, tetapi menyangkut kepercayaan. Karena itu, setiap dinamika yang terjadi harus dijawab dengan langkah yang transparan, profesional, dan menjunjung tinggi integritas," tegas Ibas dalam keterangannya, Minggu, 1 Februari 2026.
Ibas mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor keuangan nasional. Termasuk, langkah-langkah pembenahan kelembagaan di sektor pasar modal.
Ibas juga mendukung penunjukan Frederica Widyasari Dewi sebagai bagian dari upaya penguatan kepemimpinan dan tata kelola otoritas pasar modal ke depan.
Ibas menilai pengunduran diri sejumlah petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus disikapi secara jernih, proporsional, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang perekonomian nasional. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR itu menilai pasar modal merupakan salah satu pilar utama pembiayaan pembangunan dan indikator kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
Baca Juga :
Purbaya Pede IHSG Bakal Bangkit
Dorong perbaikan dan penguatan pasar modal
Wakil Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Indonesia itu mendukung penuh upaya pemerintah dan lembaga terkait dalam melakukan perbaikan serta penguatan pasar modal Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa reformasi harus disertai penegakan integritas dan tata kelola yang kuat."Tidak boleh ada ruang bagi praktik-praktik yang merugikan investor dan mencederai kepercayaan publik. Pengawasan yang kuat, transparansi yang konsisten, serta kepastian hukum harus menjadi prioritas utama," kata Ibas.
Menurut dia, penguatan sistem pengawasan dan tata kelola pasar modal menjadi kunci agar pasar keuangan Indonesia semakin kredibel, stabil, dan mampu bersaing secara global.
Ibas menyoroti posisi Indonesia dalam indeks pasar saham global, khususnya Morgan Stanley Capital International (MSCI). Saat ini, Indonesia masih berada dalam kategori emerging market, dengan potensi untuk naik ke level yang lebih tinggi.
"Kenaikan status Indonesia di MSCI bukan sekadar simbol, tetapi pintu masuk bagi arus investasi global yang lebih besar. Ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan inklusif," ujar Ibas.
Namun, Ibas mengingatkan masih terdapat tantangan struktural, mulai dari tata kelola perusahaan hingga praktik-praktik pasar yang belum sepenuhnya sehat, yang perlu dibenahi secara serius.
"Kita perlu reformasi yang lebih mendalam, mulai dari penyederhanaan regulasi, peningkatan transparansi, hingga pemberantasan praktik pasar yang tidak sehat. Investor global harus yakin bahwa Indonesia adalah tempat yang aman dan terpercaya untuk berinvestasi," tambah Ibas.

Ilustrasi. Dok Media Indoneisa.
Tantangan ekonomi dan keberpihakan pada rakyat
Ibas mendorong pemerintah untuk menghadirkan kebijakan ekonomi yang lebih prorakyat dan berorientasi pada sektor-sektor produktif. Hal ini dinilai penting di tengah ketidakpastian global, tekanan inflasi, dan tantangan struktural domestik.Ibas juga menegaskan transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap kebijakan publik. Termasuk, dalam pengelolaan pasar modal dan pengisian jabatan-jabatan strategis.
"Kita tidak boleh lengah, apalagi membiarkan kepentingan segelintir elite mengalahkan kepentingan rakyat. Semua kebijakan harus berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat luas," tegas Ibas.
Ibas menegaskan Fraksi Demokrat akan terus mengawal kebijakan ekonomi yang inklusif, transparan, dan berkeadilan. Sekaligus, mendorong penguatan pasar modal sebagai pilar penting perekonomian nasional.
Mengutip pernyataan peraih Nobel Ekonomi Joseph E. Stiglitz, Ibas mengingatkan pentingnya sistem keuangan yang berfungsi dengan baik bagi pembangunan ekonomi. Menurutnya, hanya dengan reformasi yang konsisten dan menyeluruh, Indonesia dapat membangun pasar modal yang efisien, tangguh, dan berdaya saing global.