Badai Musim Dingin AS Tewaskan 38 Orang, 550 Ribu Rumah Tanpa Listrik

Badai musim dingin ekstrem melanda sejumlah wilayah di Amerika Serikat. (Anadolu Agency)

Badai Musim Dingin AS Tewaskan 38 Orang, 550 Ribu Rumah Tanpa Listrik

Muhammad Reyhansyah • 28 January 2026 16:17

New York: Sedikitnya 38 orang di 14 negara bagian Amerika Serikat (AS) dilaporkan meninggal dunia hingga Selasa, 27 Januari 2026 akibat badai musim dingin besar yang melanda wilayah tengah dan timur negara itu. Badai tersebut membawa salju lebat, hujan es, serta suhu di bawah titik beku, menurut pejabat setempat dan laporan media.

Dilansir dari TRT World, Rabu, 28 Januari 2026, badai mulai terbentuk pada Jumat dan memuncak sepanjang akhir pekan, menurunkan salju di wilayah yang sangat luas. 

Kondisi tersebut mengacaukan lalu lintas darat, memicu pembatalan massal penerbangan, serta menyebabkan pemadaman listrik sebelum intensitas badai mereda pada Senin. Meski demikian, suhu dingin ekstrem diperkirakan masih akan bertahan.

Hingga Selasa, lebih dari 550.000 rumah dan tempat usaha di seluruh negeri masih mengalami pemadaman listrik. Pemerintah kota di berbagai wilayah mengerahkan petugas darurat dan sumber daya tambahan untuk melindungi warga, khususnya kelompok rentan seperti tunawisma.

Di New York City, sepuluh korban jiwa tercatat akibat badai tersebut. Wali Kota Zohran Mamdani mengatakan suhu di kota itu mencapai titik terendah dalam delapan tahun terakhir, yakni 8 derajat Fahrenheit, saat ia berbicara dalam konferensi pers pada Selasa.

Mamdani menjelaskan bahwa seluruh korban ditemukan di luar ruangan, namun belum dapat dipastikan apakah mereka merupakan tunawisma. Ia mengatakan pada Senin bahwa sebagian korban “pernah berinteraksi dengan sistem penampungan kami di masa lalu,” seraya menegaskan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan lebih luas mengenai penyebab kematian.

Pemerintah kota New York menunda penghitungan tahunan populasi tunawisma, yang diwajibkan oleh Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan AS, dari pekan ini ke awal Februari. 

“Pekerja lapangan seharusnya fokus membawa warga New York ke dalam ruangan, bukan pada pengumpulan data,” kata Mamdani. “Intinya jelas: cuaca ekstrem bukanlah kegagalan pribadi.”

Sekitar 500 dari lebih 4.000 tunawisma yang diperkirakan tinggal di jalanan dan jaringan kereta bawah tanah kota itu telah ditempatkan di tempat penampungan sejak 19 Januari. Petugas lapangan juga memeriksa setiap dua jam sekitar 350 orang yang dinilai berisiko tinggi karena kondisi medis tertentu.

Situasi Darurat di Nashville

Di Nashville, Tennessee, kota berpenduduk sekitar 680.000 jiwa, lebih dari 135.000 rumah dan tempat usaha masih tanpa listrik. Suhu diperkirakan turun hingga 6 derajat Fahrenheit pada Rabu pagi, dengan sensasi angin di bawah nol.

“Ini harus dijelaskan apa adanya,” ujar Wali Kota Nashville Freddie O’Connell dalam konferensi pers Selasa. “Ini adalah badai es yang bersejarah.”

Pejabat setempat menyebut sekitar 1.400 tunawisma telah memenuhi tiga tempat penampungan utama kota serta dua penampungan tambahan. Polisi, pemadam kebakaran, dan petugas darurat bekerja lembur untuk memantau kondisi di jalanan.

Nashville Rescue Mission, lembaga amal yang menyediakan makanan, pakaian, dan tempat tinggal sepanjang tahun, biasanya menampung sekitar 400 orang per malam. Namun selama gelombang dingin ini, jumlah tersebut melonjak hingga sekitar 7.000 orang. 

“Kami selalu penuh, tapi tidak pernah menolak siapa pun,” kata seorang petugas yang tidak berwenang berbicara kepada media. Ia menambahkan, “Saat cuaca memburuk, orang-orang datang untuk berlindung dari dingin.”

Beragam Penyebab Kematian

Di berbagai wilayah AS, penyebab kematian terkait badai bervariasi, mulai dari hipotermia dan paparan suhu ekstrem hingga insiden jantung saat membersihkan salju.

Di Bonham, Texas, sekitar 55 mil timur laut Dallas, tiga anak laki-laki dilaporkan meninggal setelah terjatuh ke kolam beku selama akhir pekan, meski rincian kejadian masih belum jelas, menurut dinas pemadam kebakaran setempat.

Di Austin, Texas, seorang warga meninggal akibat dugaan hipotermia saat mencoba berlindung di sebuah pompa bensin yang ditinggalkan. Kematian akibat hipotermia juga dilaporkan di Kansas, Kentucky, Louisiana, Mississippi, South Carolina, Tennessee, dan Michigan.

Sekitar 200 juta warga Amerika masih berada di bawah berbagai peringatan cuaca dingin setidaknya hingga 1 Februari. Para peramal cuaca juga memantau potensi badai musim dingin lain yang dapat kembali melanda wilayah timur Amerika Serikat pada akhir pekan ini, kata David Roth, ahli meteorologi dari Weather Prediction Centre, Layanan Cuaca Nasional (NWS).

Baca juga:  Suhu Beku Ekstrem Tewaskan 20 Orang di AS, Ribuan Sekolah Ditutup

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)