Kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat. Foto: Istimewa
14 Hektare Lahan Terbakar di Aceh Barat Berhasil Dipadamkan
Fajri Fatmawati • 27 January 2026 07:40
Aceh Barat: Sebanyak 14 hektare lahan di Kabupaten Aceh Barat berhasil ditangani oleh tim gabungan dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kecamatan. Upaya penanganan masih terus dilakukan untuk mencegah api meluas ke permukiman dan fasilitas umum.
“Sebagian besar titik api seluas hektare sudah berhasil dikendalikan, namun beberapa lokasi masih dalam tahap pengendalian,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, Senin, 26 Januari 2026.
Lahan yang telah selesai ditangani meliputi Desa Suak Raya seluas 5 hektare, Ujong Beurasok 4 hektare, Suak Nie 3 hektare, serta masing-masing 1 hektare di Gampong Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, dan 0,5 hektare di Aron Baroh serta Blang Luah.
Sementara itu, total luas lahan terbakar di Aceh Barat mencapai 19 hektare dengan rincian tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Suak Raya 7,5 hektare, Ujong Beurasok 4,5 hektare, Suak Nie 3 hektare, serta beberapa gampong lain seperti Peulante, Blang Luah, Ujong Tanoh Darat, dan Alue Peunyareng.
"Untuk penanganan di Gampong Aron Baroh, Kecamatan Woyla, telah selesai sepenuhnya dengan api padam 100 persen. Namun, di Gampong Suak Raya dan Suak Nie, petugas masih melakukan pemadaman lanjutan serta upaya memutus penjalaran api yang berpotensi mengarah ke permukiman warga dan jalan raya," ujar Ronald.
Pihaknya juga memantau Gampong Manyeng, Kecamatan Pante Ceureumen, di mana ditemukan beberapa titik kebakaran dengan luas bervariasi. Namun, kondisi tanah di lokasi tersebut berupa mineral, bukan gambut.
.jpg)
Kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat. Foto: Istimewa
BPBD Aceh Barat menurunkan berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung operasi di lapangan, termasuk dua unit drone, kendaraan D-Max, Panther pick-up, armada pos Meureubo, mesin portable pos Woyla, lima mesin air beserta selangnya, dan satu unit ATV. Semua ini dilakukan demi mempercepat pemadaman serta pemantauan area terdampak kebakaran.
"Upaya pemadaman dan pemantauan intensif masih terus kami lakukan guna mencegah kebakaran meluas," jelas Ronald.