Pemadaman Kebakaran Lahan di Aceh Barat Terkendala Angin Kencang dan Sumber Air

Kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat. Foto: Istimewa

Pemadaman Kebakaran Lahan di Aceh Barat Terkendala Angin Kencang dan Sumber Air

Fajri Fatmawati • 26 January 2026 14:28

Aceh Barat: Pemadaman kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat masih terkendala angin kencang dan terbatasnya sumber air di lokasi terdampak. Hal ini menyulitkan petugas untuk mengendalikan api yang meluas di beberapa wilayah.

“Angin ini sangat menyulitkan kita untuk melakukan pemadaman. Kadang-kadang kita sudah berhasil memadamkan di permukaan, tetapi di dalam belum tentu padam,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, Senin, 26 Januari 2026.

Di lahan gambut, api sering tersisa di bawah permukaan tanah dalam bentuk bara. Kondisi ini sulit terdeteksi dan berpotensi membesar kembali jika tertiup angin.
 


“Semakin dalam gambut itu, semakin sulit mengetahui apakah di bawah tanah sudah benar-benar padam atau belum,” ujar Ronald.

Saat ini, penanganan kebakaran lahan masih berada pada tahap pengendalian. Tim gabungan terus siaga melakukan pengendalian untuk mencegah meluasnya api ke area permukiman dan fasilitas umum.

"Kebakaran lahan di Gampong Aron Baroh, Kecamatan Woyla, telah berhasil ditangani dan api padam 100 persen. Sementara itu, pemadaman di Gampong Suak Raya dan Gampong Suak Ni masih berlangsung dengan fokus pada pemutusan penjalaran api yang mengarah ke permukiman warga dan jalan raya," ungkap Ronald.


Kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat. Foto: Istimewa


Selain itu, Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Aceh Barat juga memantau kondisi di Gampong Manyeng (Manjeng), Kecamatan Pante Ceureumen. Di lokasi tersebut ditemukan beberapa titik kebakaran dengan luas berbeda, namun tanahnya berupa mineral, bukan gambut.

"Saat ini total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 19 hektare. Upaya pemadaman dan pemantauan intensif masih terus kami lakukan guna mencegah kebakaran meluas," jelas Ronald.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)