Pendangkalan Sungai Jratun Kaligawe Diduga Jadi Penyebab Banjir Jepara

Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar meninjau kondisi sugai di Sowan Kidul. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.

Pendangkalan Sungai Jratun Kaligawe Diduga Jadi Penyebab Banjir Jepara

Rhobi Shani • 19 January 2026 20:07

Jepara: Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar meninjau langsung kondisi banjir di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, dan Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan. Ia juga mengecek Sungai Jratun Kaligawe dan menemukan pendangkalan sungai yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti temuan ini, Pemerintah Kabupaten Jepara segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan normalisasi sungai. "Harapan masyarakat untuk dilakukan normalisasi. Karena 25 tahun terakhir baru dinormalisasi dan itu yang menjadi PR (pekerjaan rumah) kita nanti," kata Hajar, Senin, 19 Januari 2026.

Selain karena belum dilakukannya normalisasi sungai, Hajar menyebut banjir juga dipicu oleh cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi beberapa waktu terakhir. Akibatnya, sejumlah sungai tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke permukiman warga.
 


Hajar menjelaskan, topografi Jepara yang menjadi muara beberapa sungai besar memperparah dampak banjir akibat kiriman air dari daerah lain. Sebagai langkah penanganan sementara, ia mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyedot air menggunakan pompa.

"Alhamdulillah ini sudah berangsur surut. Semalam ketinggian mencapai 70 sentimeter, sekarang turun menjadi 30 sampai 40 sentimeter. Semoga segera membaik," tandas Hajar.

Diketahui, banjir di Desa Sowan Kidul merendam 240 rumah. Sekitar 950 jiwa terdampak akibat musibah tersebut.


Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar meninjau kondisi sugai di Sowan Kidul. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.


Sementara itu, di Desa Tegalsambi, Wakil Bupati mendapati sekitar 20 hektare lahan persawahan terendam banjir. Berdasarkan laporan di lapangan, kondisi banjir di wilayah tersebut sudah mulai surut dan dapat terkendali.

Untuk itu, Hajar mengajak masyarakat setempat melakukan kerja bakti dan bergotong royong memperbaiki tanggul. Ia juga mendorong perbaikan saluran air agar genangan tidak kembali mengganggu area persawahan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)