Iran Ejek Menhan AS Terkait Ancaman “Kirim Balik ke Zaman Batu”

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Foto: Anadolu

Iran Ejek Menhan AS Terkait Ancaman “Kirim Balik ke Zaman Batu”

Muhammad Reyhansyah • 3 April 2026 13:15

Teheran: Iran mengejek Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth pada setelah ia mengancam akan mengirim Negeri Persia itu kembali ke “zaman batu”.

Dalam sebuah unggahan di platform X, Kamis 2 April 2026, Hegseth menulis “Back to the Stone Age”, yang kemudian dibalas keras oleh Iran melalui Kedutaan Besarnya di Afrika Selatan.

“Zaman Batu? Pada saat kalian masih berada di gua mencari api, kami sudah menuliskan hak asasi manusia di Tablet Cyrus. Kami bertahan dari badai Alexander dan invasi Mongol dan tetap bertahan; karena Iran bukan hanya sebuah negara, melainkan sebuah peradaban,” tulis Kedutaan Iran di Afrika Selatan di X, dikutip dari Times of India, Jumat, 3 April 2026.

Baca Juga :

Dubes Iran Apresiasi Kesediaan RI jadi Fasilitator Perdamaian

Sementara itu, komunitas pengguna X juga memberikan tanggapan terhadap unggahan Hegseth. Catatan komunitas yang muncul pada unggahan tersebut menyebut bahwa ancaman langsung dapat dikategorikan sebagai “kejahatan perang”.

Catatan tersebut menyatakan bahwa ancaman seperti itu mengandung ancaman terhadap kemanusiaan berdasarkan hukum PBB dan hukum internasional, serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

AS sebelumnya juga beberapa kali melontarkan ancaman “zaman batu”, termasuk oleh Presiden Donald Trump melalui Truth Social dan dalam pidato yang disiarkan di televisi. Iran secara konsisten mengejek ancaman dan klaim dari Washington melalui media sosial.

“Cari guru sejarah Trump. Murid bodohnya tidak belajar apa-apa,” tulis Kedutaan Iran di Afrika Selatan dalam unggahan lainnya. 

Dalam unggahan berbeda, kedutaan tersebut juga membagikan meme bergambar seorang tentara Amerika Serikat bersama seekor hiu dengan keterangan, “Kami tidak memberi mereka makan untuk sementara waktu”.

Kedutaan Iran di negara lain juga ikut menyindir AS dan para pemimpinnya melalui media sosial. 

Kedutaan Iran di Inggris, misalnya, menanggapi pernyataan Hegseth dengan menulis, “Retorika abad pertengahan dari anggota kelas Epstein. Ini memalukan bagi masyarakat Amerika bahwa seseorang seperti ini menjadi suara mereka. Batu kami akan menjawab Anda.”

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)