Ilustrasi. Foto: dok PPRE.
Dukung Program Hilirisasi, PP Presisi Raih Proyek Bauksit Antam Senilai Rp870 Miliar
Husen Miftahudin • 1 April 2026 16:28
Jakarta: PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan pencapaian strategis dengan meraih kontrak baru pada proyek pertambangan bauksit milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dengan nilai kontrak mencapai Rp870 miliar.
Proyek ini dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) sebagai bentuk sinergi antar unit usaha.
Direktur Utama PP Presisi Rizki Dianugrah menyampaikan perolehan kontrak ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap rekam jejak, keandalan operasional, serta kesiapan sumber daya PPRE dalam mengelola proyek pertambangan strategis.
Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah terkait program hilirisasi nasional, proyek bauksit ini juga menjadi bagian dari langkah strategis PPRE dalam menjaga pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan serta memperkuat fundamental bisnis perusahaan.
"Ekspansi PPRE pada proyek pertambangan bauksit ini tidak hanya menegaskan kapabilitas PPRE sebagai penyedia jasa penambangan yang profesional dan terintegrasi, tetapi juga menjadi implementasi dari strategi perusahaan dalam melakukan diversifikasi layanan jasa penambangan di luar mineral nikel yakni bauksit," ungkap Rizki dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 1 April 2026.
Selain itu, lanjut dia, kerja sama dengan Antam menjadi wujud sinergi positif antar-BUMN. "Dengan dukungan tim berpengalaman, armada alat berat yang andal, serta penerapan standar K3 dan lingkungan yang tinggi, kami optimistis dapat memberikan kinerja terbaik dan nilai tambah yang berkelanjutan," tambah Rizki.
| Baca juga: Ada Perjanjian Tarif AS, Hilirisasi Tetap Jadi Prioritas Prabowo |

(Ilustrasi. Foto: dok PPRE)
Ruang lingkup kontrak
Adapun ruang lingkup kontrak tersebut adalah pekerjaan jasa penambangan bauksit, pengangkutan material, serta penyediaan dan pengoperasian washing plant. Penggalian pertama (first cut) akan dimulai pada awal Triwulan II Tahun 2026.
Lingkup pekerjaan ini menegaskan kapabilitas PPRE sebagai penyedia jasa penambangan terintegrasi dengan standar operasional yang tinggi, sekaligus memperluas portofolio layanan jasa penambangan pada mineral lainnya yaitu bauksit.
Melalui perolehan kontrak baru ini, PPRE kian memantapkan peran strategisnya di sektor pertambangan dan konstruksi nasional, dengan menghadirkan solusi terintegrasi yang inovatif dan berlandaskan prinsip ESG.
Hal itu sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan strategis nasional.