Tolak Tarif Selat Hormuz, Oman Terbuka soal Biaya Layanan Maritim Sukarela

Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Tolak Tarif Selat Hormuz, Oman Terbuka soal Biaya Layanan Maritim Sukarela

Willy Haryono • 30 June 2026 19:05

Muscat: Oman menyatakan dukungannya terhadap rencana Iran menerapkan biaya layanan maritim di Selat Hormuz selama kebijakan tersebut sejalan dengan hukum internasional.

Namun, Oman menegaskan tetap menolak penerapan tarif bagi kapal yang sekadar melintas di jalur pelayaran strategis tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi dalam wawancara yang dipublikasikan Kementerian Luar Negeri Oman pada Senin kemarin.

Albusaidi mengatakan Oman tetap berpegang pada Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS). Menurutnya, pembahasan dapat dilakukan terkait biaya layanan maritim yang bersifat sukarela, seperti layanan navigasi, perlindungan lingkungan, dan keselamatan pelayaran.

Ia menjelaskan skema tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan keselamatan navigasi, mencegah pencemaran laut, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kecelakaan dan keadaan darurat.

Menurut Albusaidi, mekanisme serupa telah diterapkan di Selat Malaka dan kawasan sekitar Singapura.

"Tanggung jawab utama untuk menjamin keamanan Selat Hormuz dan jalur pelayaran internasional berada di tangan Iran," kata Albusaidi, seperti dikutip Press TV, Senin, 29 Juni 2026, merujuk pada nota kesepahaman terbaru antara Iran dan Amerika Serikat.

Albusaidi juga menegaskan Oman dan Iran memiliki pandangan yang sama bahwa setiap pengaturan mengenai Selat Hormuz harus tetap berada dalam kerangka hukum internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan perdana Komite Bersama Iran-Oman untuk Selat Hormuz yang membahas tata kelola jalur pelayaran tersebut di masa depan.

Sebelumnya, Iran menutup Selat Hormuz bagi negara-negara yang dianggap sebagai musuh dan sekutunya setelah meningkatnya eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Teheran dan Washington telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik. Berdasarkan kesepakatan 14 poin tersebut, Iran berkewajiban menjamin kapal-kapal komersial dapat melintas tanpa biaya selama sedikitnya 60 hari dan memulihkan sepenuhnya arus pelayaran di Selat Hormuz dalam 30 hari.

Klausul kelima juga mengatur pengakuan atas kedaulatan Iran di jalur pelayaran strategis tersebut. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Oman Tolak Penerapan Biaya Transit Kapal di Selat Hormuz

(Willy Haryono)