Sebuah kapal tanker melintas di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Oman Tolak Penerapan Biaya Transit Kapal di Selat Hormuz
Muhammad Reyhansyah • 30 June 2026 14:31
Muscat: Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengatakan negaranya tidak mendukung penerapan biaya transit bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Meski demikian, Muscat membuka peluang pembahasan mengenai pungutan yang berkaitan dengan layanan maritim.
Dalam wawancara dengan Monte Carlo International Radio pada Senin, 29 Juni 2026, Albusaidi menegaskan Oman tidak mendukung pengenaan biaya apa pun terhadap kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.
Namun, ia mengatakan mekanisme yang berkaitan dengan layanan maritim masih dapat dipertimbangkan, termasuk peningkatan keselamatan navigasi, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta langkah-langkah pencegahan pencemaran.
Menurutnya, mekanisme tersebut dapat mengacu pada model yang diterapkan di Selat Malaka dan Selat Singapura.
Mengutip Anadolu, Albusaidi juga mengatakan Oman terus menyerukan deeskalasi dan mendukung pelaksanaan nota kesepahaman yang telah ditandatangani antara Amerika Serikat dan Iran.
Ia menegaskan Muscat berkomitmen menjaga pelayaran di Selat Hormuz tetap “aman, terlindungi, dan bebas” bagi seluruh pengguna.
Menteri luar negeri Oman itu menambahkan bahwa setiap kesepahaman di masa depan dengan Iran mengenai Selat Hormuz akan tetap berpedoman pada hukum internasional.
Ia menegaskan Oman tetap berkomitmen terhadap United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) dan menyatakan setiap pengaturan baru harus berada dalam kerangka hukum tersebut.
Oman Lanjutkan Pembahasan dengan Iran
Albusaidi juga menyinggung adanya kesamaan pandangan di antara negara-negara Teluk mengenai pentingnya menurunkan ketegangan dan mencegah serangan di kawasan.Menurutnya, negara-negara di kawasan tetap berfokus pada pelaksanaan berbagai kesepakatan yang telah ada serta menjaga stabilitas.
Pada 23 Juni, Oman dan Iran sepakat membentuk kelompok kerja bersama untuk melanjutkan pembahasan mengenai pengelolaan navigasi di Selat Hormuz beserta layanan maritim yang terkait.
Kedua negara juga menyetujui untuk berkonsultasi dengan negara-negara pesisir lainnya serta para pemangku kepentingan terkait.
Selat Hormuz menangani hampir seperlima konsumsi minyak dunia dan hingga kini tetap menjadi salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan global dan distribusi energi.
Albusaidi juga mengatakan ketegangan yang terjadi belakangan ini tidak memengaruhi hubungan Oman dengan Amerika Serikat.
Ia menggambarkan hubungan bilateral kedua negara tetap didasarkan pada “rasa saling menghormati dan kerja sama.”
Baca juga: AS Sebut Iran Semakin Terisolasi dan Kehilangan Pengaruh atas Selat Hormuz