Banjir Bandang Hanyutkan Rumah dan Jembatan di Tapanuli Utara

Banjir bandang yang menerjang Desa Simangumban Julu dan Desa Aek Nabara di Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (22/4) sumber foto BPBD Kabupaten Tapanuli Utara.

Banjir Bandang Hanyutkan Rumah dan Jembatan di Tapanuli Utara

Lukman Diah Sari • 24 April 2026 14:53

Jakarta: Bencana banjir bandang menerjang Desa Simangumban Julu dan Desa Aek Nabara di Kecamatan Simangumban Kabupaten Tapanuli  Utara, Provinsi Sumatera Utara, Rabu, 22 April 2026, pukul 18.20 WIB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap banjir bandang ini dipicu cuaca ekstrem. 

"Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sehingga menyebabkan terjadinya banjir bandang," ujar 
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi diterima pada Jumat, 24 April 2026. 

Banjir bandang yang menerjang Desa Simangumban Julu dan Desa Aek Nabara di Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (22/4) sumber foto BPBD Kabupaten Tapanuli Utara.

Pihakya mencatat, sebanyak 150 kepala keluarga (KK) dan 150 rumah terdampak. Selain itu. satu orang luka-luka.

"Untuk kerugian material dilaporkan sebanyak tiga rumah warga hanyut, satu jembatan hilang, satu musalah dan satu fasilitas pendidikan terdampak," ungkap dia. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara bersama unsur terkait melakukan asesmen di lokasi terdampak. Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa setempat.

"Kondisi terkini yang dilaporkan pada hari Kamis, 23 April, jaringan listrik masih padam dan Gereja GKPA Simangumban serta kantor Desa Aek Nabara dijadikan tempat pengungsian sementara oleh warga," jelas dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)