10 Kabupaten/Kota di NTB Mulai Masuk Musim Kemarau

Ilustrasi cuaca cerah di Kelurahan Bintaro, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 9 Mei 2026. ANTARA/Nirkomala.

10 Kabupaten/Kota di NTB Mulai Masuk Musim Kemarau

Lukman Diah Sari • 10 June 2026 15:46

Mataram: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan 10 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai dilanda musim kemarau pada Juni 2026.

"Seluruh wilayah di NTB saat ini telah dilanda musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino," kata Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat Made Budi Setyawan di Mataram, Rabu, 10 Juni 2026.

Adapun 10 kabupaten/kota di NTB yang mulai dilanda musim kemarau, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.

"Sehubungan dengan meluasnya wilayah yang masuk dalam level awas dan level siaga akibat hari tanpa hujan (HTH) yang kian memanjang, masyarakat diharapkan dapat menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi krisis air bersih," kata dia.

Budi mengatakan hasil monitoring Indian Ocean Dipole (IOD) pada dasarian terakhir menunjukkan berada pada kategori negatif dengan indeks -0.926 dan diprediksi berada pada kondisi positif mulai Juli tahun 2026.

Anomali Sea Surface Temperature (SST) menunjukkan El Niño-Southern Oscillation (ENSO) berada pada kategori El-Nino Lemah dengan indeks sebesar +1.04, kondisi El-Nino diprediksi berkembang menjadi El Nino Moderat mulai bulan Juni tahun 2026.

"Aliran massa udara di sebagian besar Indonesia didominasi angin timuran. Belokan dan pertemuan angin terlihat di wilayah sekitar ekuator," jelas dia.

Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat dari kejauhan. ANTARA/Akhyar Rosidi.

Pertemuan angin terlihat di wilayah sekitar Sumatera bagian selatan. Anomali suhu muka laut di sebagian besar perairan Indonesia dalam kondisi normal hingga hangat.

"MJO diprediksi tetap aktif hingga akhir dasarian I Juni 2026 dan bergerak menuju fase 8 (West Hem dan Africa). Secara spasial, beberapa gelombang atmosfer diprediksi aktif di wilayah Indonesia hingga akhir dasarian I Juni 2026," ungkap dia.

Pada dasarian II Juni 2026, terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih 20 mm/dasarian sebesar 10-30 persen yang terjadi di Kabupaten Lombok Utara, sebagian Kabupaten Lombok Tengah, sebagian kecil Kabupaten Sumbawa Barat, sebagian kecil Kabupaten Sumbawa, sebagian Kabupaten Bima, dan Dompu.

"Namun ada wilayah yang terdapat peluang terjadi hujan dasarian sebesar 50 - 60 persen, yang terjadi di Kota Mataram dan sebagian besar Kabupaten Lombok Barat," katanya.

Masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

(Lukman Diah Sari)