Wamenperin Faisol Riza fasilitas produksi tekstil di Bandung, Jawa Barat. (Metrotvnews.com/Roni K)
Wamenperin Optimistis Industri Tekstil Nasional Punya Peluang Besar di Pasar Global
Roni Kurniawan • 11 June 2026 17:43
Bandung: Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menegaskan industri tekstil nasional masih memiliki daya saing yang kuat dan peluang besar untuk berkembang di pasar global. Optimisme itu disampaikannya saat meninjau fasilitas produksi PT Gajah Angkasa Perkasa di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bandung, Kamis, 11 Juni 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Faisol meninjau langsung seluruh proses produksi, mulai dari pengolahan benang, pembuatan kain, proses pewarnaan, hingga produksi pakaian jadi. Produk yang dihasilkan perusahaan antara lain seragam TNI, Polri, kementerian, serta berbagai kebutuhan tekstil lainnya. Bahkan, Faisol turut mencoba proses sablon kain yang menjadi salah satu tahapan akhir produksi.
Menurut Faisol, pandangan yang menyebut industri tekstil Indonesia sebagai sunset industry tidak sepenuhnya tepat. Faisol menilai sektor manufaktur masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Kalau melihat langsung aktivitas industri seperti di Gajah Group ini, produksi tetap berjalan, permintaan masih ada, dan aktivitas ekonomi riil berlangsung cukup baik," ujar Faisol.
.jpeg)
Ilustrasi industri tekstil. Foto: Istimewa.
Faisol menjelaskan, gejolak ekonomi saat ini lebih banyak terjadi di sektor pasar modal dan keuangan yang sensitif terhadap sentimen global. Sementara sektor manufaktur tetap bergerak dan menjadi salah satu penopang ekonomi nasional.
Faisol juga mengapresiasi kualitas produk yang dihasilkan PT Gajah Angkasa Perkasa. Menurutnya, produk tekstil nasional mampu memenuhi standar internasional dan bersaing dari sisi harga maupun kualitas.
"Kualitasnya bagus, standarnya terpenuhi, dan dari sisi harga juga kompetitif. Karena itu tidak tepat jika dikatakan industri tekstil Indonesia kalah bersaing," kaita Faisol.
"Kondisi global yang berubah harus dibaca sebagai peluang. Kita punya kesempatan memperkuat penetrasi ke pasar internasional," beber Faisol.
Selain peluang ekspor, pemerintah juga berupaya melindungi industri dalam negeri dari praktik impor ilegal yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama sektor tekstil. Faisol memastikan pengawasan di pintu masuk barang impor akan diperketat melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
"Kami terus mencari formulasi terbaik agar industri tekstil nasional semakin kompetitif dan mampu melakukan ekspansi usaha," ungkap Faisol.