Kebakaran hutan dan lahan di Petak 100 Pos 3 Gunung Butak. - Dok. BPBD Kabupaten Malang
Karhutla Gunung Butak: 20 Hektare Lahan Terbakar
Daviq Umar Al Faruq • 2 September 2026 10:14
Malang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Petak 100 Pos 3 Gunung Butak, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Luas area lahan yang terdampak kebakaran tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar 20 hektare hingga Selasa malam, 1 September 2026.
Peristiwa kebakaran hutan itu pertama kali terdeteksi oleh Paguyuban Ojek Pendakian Gunung Panderman-Butak pada pukul 12.46 WIB. Informasi awal tersebut kemudian diteruskan kepada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Malang untuk tindakan penanganan darurat.
"Luasan terbakar kurang lebih 20 hektare," kata pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan, dalam laporan tertulisnya, Selasa, 1 September 2026.
Proses evakuasi para pendaki yang berada di area pegunungan langsung dilakukan secara masif oleh tim gabungan segera setelah laporan kebakaran diterima. Sebanyak 167 orang pendaki berhasil dievakuasi turun dengan selamat hingga Selasa malam.
"Pendaki yang sudah terevakuasi 167 orang. Pendaki yang belum terevakuasi 99 orang," imbuh Sadono.

Kebakaran hutan dan lahan di Petak 100 Pos 3 Gunung Butak. - Dok. BPBD Kabupaten Malang
Upaya pemadaman dan penanganan di kawasan Gunung Butak melibatkan unsur gabungan dari BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kota Batu, Basarnas, TNI, hingga Polres Batu. Selain personel gabungan, Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta relawan setempat turut bahu-membahu diterjunkan ke lokasi kejadian.
Dalam proses penanganan di lapangan, para petugas pemadam sempat membutuhkan tambahan alat pemadam tradisional berupa gepyok untuk menahan laju penyebaran api. Pihak Perhutani bersama LMDH juga telah menjadwalkan pemantauan serta pengecekan ulang titik api pada Rabu pagi.
"Besok akan dilakukan monitoring dan pengecekan ulang titik api oleh Perhutani dan LMDH," ujar Sadono.