Karhutla Riau Relatif Terkendali, Modifikasi Cuaca Jambi dan Sumsel Terhambat Ketiadaan Awan

Catatan BNPB penanganan karhutla di Provinsi Jambi. Foto/Muhammad Adyatma Damardjati.

Karhutla Riau Relatif Terkendali, Modifikasi Cuaca Jambi dan Sumsel Terhambat Ketiadaan Awan

Muhammad Adyatma Damardjati • 4 September 2026 18:22

Jakarta: Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra menunjukkan perkembangan yang beragam. Situasi titik api di Provinsi Riau terpantau mulai kondusif, namun operasi pemadaman di Jambi dan Sumatra Selatan justru dihadapkan pada kendala faktor alam.

"Tentu kami tetap melakukan pengendalian dari Karhutla ini dan situasinya relatif terkendali untuk Riau. Kami juga menambahkan beberapa peralatan sehingga penanganannya akan lebih lancar," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatinkom BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.

Berbanding terbalik dengan Riau, tim satuan tugas udara di Jambi dan Sumatra Selatan tidak dapat memaksimalkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Penerbangan armada udara untuk penyemaian garam pembawa hujan terpaksa ditangguhkan lantaran absennya awan potensial.

"Operasi modifikasi cuaca tidak ada dilakukan karena memang tidak ada indikasi adanya bibit-bibit awan di atmosfer," ungkap Berton saat merinci kondisi cuaca di atas wilayah Jambi.

Catatan BNPB penanganan karhutla di Provinsi Riau. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Hambatan serupa juga dipastikan masih akan membayangi skema pemadaman Karhutla di wilayah Sumatera Selatan untuk beberapa waktu ke depan. Otoritas penanggulangan bencana merujuk pada analisis cuaca harian yang memastikan belum adanya pertumbuhan awan hujan secara masif.

"Potensinya tidak akan bisa dilaksanakan di waktu-waktu mendatang mengingat beberapa data dari BMKG menyatakan bahwa tidak ada bibit-bibit awan di Sumatera Selatan, baru kita dapat melakukan operasi di masa yang akan datang," ujarnya.

(Siti Yona Hukmana)