Kasus Campak di Sumsel Nihil Sejak Mei 2026, Status KLB Dicabut

Ilustrasi-Pelaksanaan kegiatan ORI untuk menekan kasus campak di Desa Mundu Pesisir, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (8/5/2026). ANTARA/HO-Dinkes Cirebon

Kasus Campak di Sumsel Nihil Sejak Mei 2026, Status KLB Dicabut

Lukman Diah Sari • 9 June 2026 13:28

Palembang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Selatan (Sumsel) menyatakan kasus campak nihil di provinsi tersebut sejak Mei 2026, setelah sebelumnya terjadi peningkatan kasus yang memicu status Kejadian Luar Biasa (KLB) di sejumlah daerah. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa mengatakan sejak awal Mei hingga Juni 2026 tidak ditemukan lagi kasus campak positif, sehingga Sumatra Selatan dinyatakan telah keluar dari status KLB campak.

"Untuk status sekarang tidak lagi KLB, karena sudah mengalami penurunan kasus dari yang positif sehingga tidak ditemukan lagi kasus yang positif sampai saat ini," kata Ira di Palembang, Selasa, 9 Juni 2026, melansir Antara.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Berdasarkan data Dinkes Sumsel, sejak Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 3.101 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut sebanyak 809 kasus terkonfirmasi positif.

Kasus campak tertinggi terjadi pada periode Februari hingga April 2026 yang menyebabkan sejumlah daerah menetapkan status KLB. Namun tren kasus terus menurun, hingga akhirnya tidak ditemukan lagi kasus positif sejak Mei 2026.

Penurunan kasus tersebut didukung oleh pelaksanaan vaksinasi dan Outbreak Response Immunization (ORI) yang digelar pada empat daerah yang sebelumnya mengalami KLB campak, yakni Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Rawas Utara.

Program ORI menyasar anak usia sembilan hingga 59 bulan untuk meningkatkan kekebalan kelompok dan memutus rantai penularan penyakit campak. Dari empat daerah tersebut, kata dia, capaian imunisasi campak telah mencapai 70,6 persen dari total sasaran sebanyak 233.999 anak.

Meski kasus positif saat ini nihil, Dinkes Sumsel tetap mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal guna mencegah munculnya kembali kasus campak pada kemudian hari. Ira mengatakan cakupan imunisasi yang tinggi menjadi kunci dalam mempertahankan kondisi bebas KLB campak, serta melindungi anak-anak dari risiko penularan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin tersebut.

(Lukman Diah Sari)