Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono. Foto: Medcom.id/Aul.
Kemenkes Tegaskan Vaksin Campak Tidak Mengandung Tripsin Babi
M. Iqbal Al Machmudi • 12 May 2026 16:51
Jakarta: Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan penyebab masih adanya zero dose pada anak di Indonesia karena isu agama, seperti informasi kehalalan vaksin. Salah satunya yaitu vaksin campak.
Ia jelaskan salah satu imunisasi yang dikhawatirkan masyarakat adalah imunisasi campak. Imunisasi tersebut pada bahan dasarnya untuk memisahkan sel-sel growth-nya menggunakan tripsin babi. Tetapi kemudian dipurifikasi, dimurnikan, atau dipisahkan.
"Hingga akhirnya pada sampai produk jadinya tripsin babi itu sudah tidak ada lagi, bahkan sudah diuji oleh MUI. Bahwa vaksin campak yang dulu dianggap mengandung tripsin babi sudah sama sekali tidak mengandung unsur yang berasal dari tripsin babi tersebut," kata Dante dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 12 Mei 2026.
Dante menyampaikan, isu agama juga menjadi salah satu tantangan untuk menjelaskan kepada masyarakat dan pemuka agama menjadi sangat penting. Dibutuhkan bantuan pemuka agama untuk menjelaskan bahwa imunisasi halal dan baik bagi masyarakat.
Selain itu, Dante menjelaskan zero dose merupakan istilah untuk anak yang tidak pernah mendapatkan imunisasi sama sekali. Hal itu membuat anak tidak memiliki risiko tinggi terkena berbagai penyakit menular.
Dante mengatakan anak-anak tersebut tidak pernah mendapatkan imunisasi campak, polio, DPT, dan sebagainya. Sehingga tubuh mereka tidak terlindungi.

Ilustrasi vaksin. Foto: Metrotvnews.com.
"Pengambil keputusan pada imunisasi itu bukan anaknya, tapi orang tuanya. Orang tua harus diedukasi. Ada beberapa waktu di media, mereka tidak mau diimunisasi karena menganggap imunisasi itu punya efek samping," ujar Dante
Ia jelaskan, studi empiris yang dilakukan bahwa jutaan orang di seluruh dunia tidak pernah menimbulkan efek samping autis seperi yang ditakutkan orang tua. Sehingga pemberian imunisasi pada anak sangat aman.