Ilustrasi. Kondisi kabut asap kian pekat di Kota Pontianak, Sabtu, 19 September 2026. (ANTARA/Dedi)
Kualitas Udara di Kutai Timur Membaik, Dinkes: Kelompok Rentan Tetap Waspada
Lukman Diah Sari • 23 September 2026 13:33
Sangatta: Kualitas udara di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mulai membaik dengan kategori sedang seiring berkurangnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim tetap mengimbau kelompok masyarakat rentan untuk berhati-hati.
"Indeks kualitas udara tercatat berada di angka 76 berdasarkan hasil pengukuran pada Selasa, 22 September 2026. Secara umum masih aman bagi mayoritas penduduk, namun berpotensi memperburuk kondisi bagi kelompok yang lebih sensitif," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Kutim dr. Yuwana Sri Kurniawati di Sangatta, Rabu, 23 September 2026, melansir Antara.
"Pada level ini aman bagi mayoritas penduduk, namun memperburuk gejala pada kelompok sensitif seperti anak di bawah 12 tahun, lansia, ibu hamil, serta penderita gangguan saluran pernapasan dan kardiovaskular," paparnya.
Yuwana menegaskan bahwa kategori sedang bukan berarti bebas risiko. Perubahan kualitas udara sekecil apa pun dapat memengaruhi kesehatan kelompok yang lebih peka. Oleh karena itu, Dinkes Kutim mengeluarkan sejumlah anjuran penting guna melindungi kesehatan warga.

Infografis yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kutim. ANTARA/ HO- Prokutim
Langkah pencegahan yang disarankan meliputi pengurangan aktivitas di luar ruangan, pemakaian masker saat bepergian, serta memperbanyak minum air putih agar saluran pernapasan tetap lembap. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan risiko terpapar partikel udara yang mengganggu kesehatan.
Lebih lanjut, kondisi kualitas udara ini telah dilaporkan kepada Bupati Kutim, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta seluruh kepala perangkat daerah sebagai bagian dari pemantauan berkelanjutan. Pihaknya akan terus memantau perkembangan mengingat kondisi cuaca dan potensi asap karhutla dapat berubah sewaktu-waktu.
"Kewaspadaan tetap diperlukan. Kami meminta masyarakat, terutama yang memiliki anggota keluarga rentan, tetap menjaga diri hingga kualitas udara benar-benar membaik secara berkelanjutan," tutup Yuwana.