Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto mendatangi lokasi hilangnya dua batu yoni di Situs Pocangan di Kecamatan Sukowono, Kamis (24/9/2026) sore. ANTARA/Zumrotun Solichah
Batu Yoni Situs Pocangan Jember Hilang Dicuri
Whisnu Mardiansyah • 24 September 2026 21:38
Jember: Dua benda purbakala berupa batu yoni di Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan hilang. Kedua benda yang berada di kawasan situs cagar budaya tersebut diduga dicuri.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember Agung mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi setelah menerima laporan mengenai hilangnya dua batu yoni.
"Memang benar sepasang batu yoni di Situs Pocangan hilang. Kami sudah mengecek ke sana dan batu yoni tersebut sudah tidak ada," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember Agung di Jember, seperti dilansir Antara, Kamis, 24 September 2026.
Laporan awal mengenai hilangnya dua objek tersebut diterima dari aktivis sekaligus sejarawan lokal, RZ Hakim. Ia diketahui menelusuri keberadaan dua yoni yang diduga merupakan bagian dari peninggalan cagar budaya di kawasan tersebut.
Agung mengatakan tim bidang kebudayaan kemudian mendatangi lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Petugas juga meminta keterangan dari saksi mata yang merupakan pemilik lahan di sekitar Situs Yoni Pocangan.
"Tim bidang kebudayaan segera menindaklanjuti dan turun ke lokasi untuk menanyakan ke saksi mata yang juga pemilik lahan di sekitar situs Yoni Pocangan tersebut," tuturnya.
Berdasarkan keterangan saksi, terdapat empat laki-laki yang datang ke sekitar lokasi sebelum kedua yoni diketahui hilang. Keempat orang tersebut mengaku sedang melakukan survei pohon durian. Salah satu dari mereka disebut melakukan pengukuran terhadap dua benda yoni yang berada di lokasi situs.
"Setelah kedatangan empat orang tersebut, keesokan harinya dua yoni yang diduga cagar alam itu hilang. Kejadian hilangnya dua yoni itu berdasarkan keterangan saksi mata sekitar dua bulan lalu yakni bulan Juli, namun hilangnya dua yoni itu baru diketahui dan dilaporkan pada Selasa (22 September)," katanya.
Selain dua batu yoni yang sudah tidak berada di tempatnya, petugas menemukan sejumlah benda dan struktur di sekitar lokasi. Di antaranya sisa tasbih, peralatan gerabah buatan modern, serta susunan batu bata yang diduga merupakan batu bata kuno.
Susunan batu bata tersebut ditemukan dalam bentuk menyerupai punden. Namun, kondisinya telah rusak akibat keberadaan akar pohon berukuran besar.
Agung juga mengungkap keterangan warga mengenai riwayat hilangnya dua benda tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, batu yoni di lokasi itu sebelumnya pernah hilang.
"Berdasarkan keterangan warga, aksi pencurian tidak hanya baru terjadi sekali saja. Kedua yoni tersebut sudah pernah hilang sekali, namun ditemukan di tempat lain karena pencurinya meninggalkan begitu saja," katanya.
Atas hilangnya dua batu yoni tersebut, Disporabudpar Jember telah menyampaikan laporan kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur. Pemerintah daerah masih menunggu arahan dari lembaga tersebut terkait penanganan selanjutnya.
Agung mengatakan langkah yang akan ditempuh juga mencakup upaya hukum untuk menjaga keberadaan benda yang berada di kawasan Yoni Pocangan.
Dua batu yoni tersebut diduga berasal dari era klasik zaman Medang atau periode sebelum Majapahit. Sebelumnya, benda tersebut berada di kawasan pemakaman kuno yang dikenal sebagai Asta Pocangsari atau Mocangsari.