Personel Polsek Jaluko bersama masyarakat di Kabupaten Muaro Jambi bubarkan aksi perburuan benda antik di Sungai Batanghari, Selasa, 22 September 2026. ANTARA/HO-Polsek Jaluko.
Perburuan Benda Antik di Sungai Batanghari Jambi Dibubarkan Polisi
Silvana Febiari • 23 September 2026 12:40
Muaro Jambi: Unit Reskrim Polsek Jalur Luar Kota (Jaluko), Polres Muaro Jambi membubarkan aktivitas perburuan benda antik bersejarah di aliran Sungai Batanghari, Kabupaten Muaro Jambi. Pembubaran dilakukan bersama pemerintah Desa Senaung.
"Kami mendapat laporan dari masyarakat di Desa Senaung, dan melalui pak kades juga, kami turun ke lokasi untuk menjaga ketertiban masyarakat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kanit Reskrim Polsek Jaluko Ipda Budi Setiawan, dilansir dari Antara, Rabu, 23 September 2026.
Penertiban dilakukan setelah masyarakat resah dengan maraknya perburuan harta karun saat debit Sungai Batanghari menyusut akibat musim kemarau. Langkah ini untuk menjaga ketertiban dan mencegah konflik sosial.
Berdasarkan pantauan di lapangan, para pelaku yang diduga berasal dari wilayah hilir tersebut menggunakan puluhan perahu mesin. Mereka menyelam ke dasar sungai menggunakan selang dan alat penyaring sederhana untuk mencari barang antik, benda cagar budaya, emas, hingga besi tua.
Saat polisi dan perangkat desa tiba, para pelaku langsung membubarkan diri. Perahu dan peralatan selam diminta segera dikeluarkan dari area Sungai Batanghari di Desa Senaung. Polisi juga akan terus memantau lokasi untuk mencegah aktivitas tersebut kembali beroperasi.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di Sungai Batanghari, untuk tidak lagi melakukan aktivitas yang mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat," tutupnya.

Sungai Batanghari tampak surut saat musim kemarau. (Dokumentasi/ Metro TV)
Kepala Desa Senaung Bustomi mengungkapkan kegiatan penambangan liar di wilayahnya telah berlangsung selama satu pekan terakhir.
"Ini informasi yang kami dapat, dia mencari besi, kalau ada peninggalan mungkin zaman dahulu kan? Mungkin itu yang bisa diambil. Kehadiran mereka (penambang) membuat warga merasa risih dan terganggu," ungkap Bustomi.
Menurut dia, Sungai Batanghari merupakan sumber air utama bagi kebutuhan mandi dan mencuci warga harian. Aktivitas pengerukan dasar sungai oleh para pemburu barang antik membuat kondisi air yang sudah menyusut akibat kemarau menjadi semakin keruh dan berpotensi mengganggu kesehatan warga.
"Dengan diobok-oboknya air ini semakin keruh, harapan saya, aktivitas ini nanti dapat dihentikan secara permanen," ungkap dia.