Ketua Umum ABII Hashim Djojohadikusumo. Foto: Dok ABII
ABII Perkuat Ekosistem Biochar Nasional melalui Kolaborasi dengan IDSurvey
Eko Nordiansyah • 27 August 2026 14:23
Jakarta: Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) mempercepat pengembangan ekosistem biochar nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi karbon global. Kolaborasi antara ABII dan IDSurvey akan meningkatkan kredibilitas biochar Indonesia di pasar nasional maupun internasional.
Penandatanganan kerja sama dalam ABII Annual Member Gathering 2026 ini bertujuan mengembangkan standar biochar nasional, membangun laboratorium biochar bertaraf internasional, memperkuat sistem pengujian dan pemantauan mutu, serta mengembangkan skema sertifikasi.
Ketua Umum ABII Hashim Djojohadikusumo mengatakan, pengembangan biochar bukan hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga merupakan peluang strategis bagi Indonesia dalam membangun sektor pertanian dan ekonomi karbon.
"Biochar bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membangun ekonomi karbon yang berdaya saing global. Kolaborasi adalah kunci agar potensi ini dapat diwujudkan secara nyata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 27 Agustus 2026.
Hashim mengungkapkan, permintaan terhadap biochar sangat tinggi saat ini. Namun, hanya sedikit negara yang benar-benar bisa memasoknya. Dengan banyaknya pasokan yang dimiliki Indonesia, ia menyebut, banyak konsumen dari Jepang hingga Arab Saudi yang meminta pasokan dari Indonesia.
"Bahkan konsumen Jepang dan perusahaan Jepang ingin membeli biochar kita. Arab Saudi juga menginginkan biochar kita, mereka ingin menanam miliaran pohon di gurun dan iklim yang sangat kering, sehingga mereka membutuhkan retensi kelembapan yang dapat diberikan oleh biochar kita," kata Hashim.
Sehingga, kata Hashim, kerja sama antara ABII dengan IDSurvey menjadi sangat penting. Sebab, jika suatu produksi biochar bisa memenuhi suatu standar terutama IDSurvey, maka suatu produk bisa dikenal sebagai produk berkualitas baik dan terpercaya.
"Kita harus memproduksi, dan harus memproduksi dengan kualitas yang tepat. Mari kita jaga kualitasnya. Itulah mengapa saya rasa produk dari Indonesia dikenal sebagai produk berkualitas baik," ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, ABII mencatat perkembangan yang signifikan terhadap ekosistem biochar Indonesia. Dari yang sebelumnya masih berada pada tahap riset dan proyek percontohan, biochar kini telah berkembang menjadi sebuah ekosistem, serta mulai membangun keterhubungan antara pasar biochar fisik dengan pasar karbon.

(Ajang ABII Annual Member Gathering 2026. Foto: Dok ABII)
Peningkatan produksi biochar
Jumlah fasilitas produksi biochar juga terus meningkat dan telah berkembang ke sedikitnya enam provinsi baru, menunjukkan bahwa industri ini mulai memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang. Executive Director ABII Phil Rickard menyampaikan, perkembangan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak."Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan biochar berkembang dari sebuah teknologi menjadi sebuah industri, dan kini menuju sebuah ekosistem. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, mitra internasional, dan seluruh anggota ABII, kami percaya Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemimpin biochar dan carbon removal di tingkat global," kata Phil.
Selain memperkuat industri biochar, ABII juga terus mendorong penerapan biochar pada sektor pertanian melalui kerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam pengembangan Climate-Smart Agriculture, termasuk integrasi biochar dengan praktik Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi emisi metana.
Di sisi lain, ABII aktif mendukung penyusunan roadmap biochar nasional, pemetaan industri, pengembangan metodologi proyek, serta implementasi Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai bagian dari penguatan tata kelola karbon Indonesia.
"Kolaborasi bersama IDSurvey menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur mutu biochar Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional," kata dia.
Peningkatan kualitas dan kepercayaan biochar Indonesia
Direktur Utama IDSurvey, Arisudono Soerono menyatakan, kerja sama ini merupakan fondasi penting bagi peningkatan kualitas dan kepercayaan terhadap biochar Indonesia. Menurutnya, perkembangan industri biochar tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, namun konsistensi kualitas, metode pengujian, serta standar dari pasar global."IDSurvey menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah penting untuk memperkuat infrastruktur mutu biochar Indonesia. Pengembangan laboratorium dan standar nasional yang kredibel akan meningkatkan kepercayaan pasar serta mendukung daya saing biochar Indonesia di tingkat internasional," ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, asosiasi, serta lembaga yang mampu memberikan pemastian terhadap kualitas, kepatuhan terhadap standar, dan keberlanjutan produk.
"Ke depan, perkembangan kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan pasar karbon akan semakin memperkuat hubungan antara agenda lingkungan dan kegiatan ekonomi," kata dia.
Arisudono menegaskan, sebagai Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pemastian atau Testing, Inspection, and Certification (TIC) + Classification & Statutory, IDSurvey Group yang beranggotakan Biro Klasifikasi Indonesia, SUCOFINDO, dan Surveyor Indonesia, memiliki kapabilitas untuk mendukung kebutuhan tersebut.
Dukungan awal IDSurvey difokuskan pada pengembangan kapabilitas dan fasilitas laboratorium, penguatan metode pengujian dan standarisasi, konsultansi dan lembaga validasi verifikasi proyek karbon, serta pengembangan skema sertifikasi dan kompetensi teknis.
"Bersama ABII, IDSurvey berkomitmen mempersiapkan kapabilitas laboratorium dan skema sertifikasi untuk memperoleh endorsement dari World Biochar Certification (WBC)," ujarnya.
Menurutnya, endorsement WBC tersebut diharapkan dapat memperkuat kredibilitas hasil pengujian, memberikan keyakinan atas kualitas biochar dalam setiap transaksi terutama kepercayaan pasar global, serta mendukung terbentuknya ekosistem trade atau perdagangan biochar yang lebih terjamin.
"Pengakuan internasional bukanlah tujuan akhir, tetapi menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing industri biochar nasional," kata dia.
Melalui ABII Annual Member Gathering 2026, ABII berharap semakin banyak kolaborasi yang terbangun antara pemerintah, BUMN, industri, akademisi, dan mitra internasional dalam mempercepat pengembangan biochar di Indonesia. Dengan dukungan ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan biochar dan ekonomi karbon di kawasan Asia Pasifik.