Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump. (Yeni Safak)
Pezeshkian Dorong Trump Selesaikan Perselisihan Iran-AS lewat Dialog
Willy Haryono • 29 August 2026 18:03
Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak menciptakan gejolak baru di kawasan Timur Tengah, dan mendorong penyelesaian konflik saat ini melalui dialog dan pelaksanaan nota kesepahaman yang dicapai kedua negara.
Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah acara di Teheran pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
"Jika kita menempuh dialog dan berdasarkan nota kesepahaman, kita akan menyelesaikan masalah dan mengamankan hak-hak kita," kata Pezeshkian, dikutip dari Mehr News Agency.
Menurut Pezeshkian, diplomasi tetap menjadi jalur utama untuk memperjuangkan kepentingan dan hak nasional Iran.
Pezeshkian memperingatkan bahwa ketidakstabilan di kawasan tidak menguntungkan pihak mana pun. "Adalah kepentingan negara, kawasan, dan dunia agar Trump tidak menciptakan gejolak dan Israel tidak menimbulkan ketidakamanan serta agresi," ujarnya.
Meski menegaskan Iran tidak menginginkan perang, Pezeshkian mengatakan Teheran akan merespons dengan kekuatan apabila menghadapi serangan.
Ia juga menegaskan bahwa tekanan dari negara lain tidak akan memaksa Iran menyerah. "Kami tidak menyukai perang, tetapi kami akan menghadapi agresi dengan kekuatan dan membela diri," kata Pezeshkian.
Ia menambahkan para pejabat dan komandan militer Iran tidak akan menyerah di tengah ancaman yang dihadapi.
Pezeshkian juga menuduh Israel berupaya memicu perpecahan di antara negara-negara Muslim.
Nota Kesepahaman Iran-AS
Pernyataan Pezeshkian disampaikan di tengah perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari melalui serangkaian serangan terhadap fasilitas militer, nuklir, dan infrastruktur Iran.Iran dan AS sebelumnya mencapai nota kesepahaman 14 poin pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar.
Kesepakatan tersebut ditujukan untuk mengakhiri permusuhan sekaligus membuka jangka waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk berunding menuju kesepakatan yang lebih luas.
Nota tersebut juga mencakup pengaturan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut AS. Namun, pemerintah Iran menegaskan kemajuan lebih lanjut bergantung pada pemenuhan komitmen Washington dalam kesepakatan tersebut.
Teheran juga menyatakan Selat Hormuz belum akan sepenuhnya dibuka hingga kewajiban AS berdasarkan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan.
Baca juga: Presiden Iran Desak Akhiri Perang dengan AS, Klaim Posisi Teheran Kuat