Somaliland dituduh siap terima pengungsi Palestina demi diakui Israel. Foto: EPA
Diakui Israel, Somaliland Dituduh Siap Terima Pengungsi Palestina
Fajar Nugraha • 2 January 2026 12:05
Hargeisa: Somaliland membantah tuduhan, bahwa pihaknya telah menyetujui pembangunan fasilitas militer Israel dan penampungan pengungsi Palestina dari Gaza sebagai imbalan atas pengakuan kedaulatan.
Bantahan ini merupakan respons atas pernyataan Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud.
Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, Mohamud mengeklaim Somaliland telah menyetujui tiga syarat dari Israel, yaitu penempatan kembali warga Palestina di wilayah Somaliland, pembangunan pangkalan militer di pesisir Teluk Aden, dan bergabung dalam Abraham Accords untuk normalisasi hubungan.
“Klaim tersebut tidak berdasar. Hubungan dengan Israel bersifat murni diplomatik dan dijalankan dengan menghormati hukum internasional sepenuhnya,” ujar Kementerian Luar Negeri Somaliland pada Kamis, 1 Januari, dikutip dari Al Jazeera, Jumat 2 Januari 2026.
Meskipun isu pangkalan dan pengungsi dibantah, poin ketiga telah dikonfirmasi secara publik. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Selasa 30 Desember, memastikan bahwa Somaliland akan bergabung dalam Abraham Accords sebagai negara Muslim yang moderat dan demokratis.
Israel menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Somaliland pekan lalu, mengakhiri upaya pengakuan internasional selama tiga dekade oleh wilayah pecahan Somalia tersebut. Analis menilai langkah Israel ini didorong oleh posisi strategis Somaliland di gerbang Laut Merah, yang berseberangan dengan kelompok Houthi di Yaman.
Lembaga riset Israel, Institute for National Security Studies, menyebutkan bahwa wilayah Somaliland dapat berfungsi sebagai basis intelijen untuk memantau aktivitas Houthi serta menjadi platform operasi militer langsung di kawasan tersebut. Sementara itu, pengakuan Israel terhadap Somaliland memicu kemarahan luas di Somalia.
Puluhan ribu warga turun ke jalan di Mogadishu dan kota-kota lainnya untuk menuntut persatuan wilayah. Lebih dari 50 negara, termasuk Uni Afrika dan Uni Eropa, mengecam langkah tersebut dan mendesak penghormatan terhadap integritas wilayah Somalia.
Presiden Somaliland, Abdurrahman Mohamed Abdullahi (Cirro), dijadwalkan akan melakukan kunjungan resmi ke Israel pada pertengahan Januari mendatang untuk meresmikan hubungan diplomatik kedua pihak. Somaliland sendiri telah menyatakan kemerdekaan dari Somalia sejak 1991, namun selama ini gagal mendapatkan pengakuan internasional meski memiliki pemerintahan, mata uang, dan militer sendiri.
(Kelvin Yurcel)