Ilustrasi TBC. Foto: Freepik.
Warga Cilincing Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Telusuri Kontak Erat TBC
Anggi Tondi Martaon • 16 July 2026 20:11
Jakarta: Warga RW 014 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mengikuti pemeriksaan kesehatan bagi kontak serumah dan kontak erat pasien tuberkulosis (TBC). Hal itu sebagai upaya menemukan dan menelusuri kasus aktif.
“Tuberkulosis masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan serius melalui deteksi dini, skrining, dan pelacakan kontak erat,” kata Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing Raden Achmad Sigit dikutip dari Antara, Kamis, 16 Juli 2026.
Pada tahun ini, Puskesmas Cilincing telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan atau skrining dan pelacakan kontak erat atau tracing di 120 lokasi. Target pemeriksaan setiap lokasi yaitu 100 orang.
Menurut Sigit, program ini berjalan bersamaan dengan kegiatan dari Kementerian Kesehatan. Kegiatan tersebut mendapat dukungan tambahan dari pihak swasta sehingga cakupan pemeriksaan dapat semakin luas.
"Yang terpenting adalah menemukan kasus sedini mungkin, kemudian melakukan pemeriksaan kepada kontak serumah agar penularan dapat dihentikan. TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan asalkan pasien disiplin dan tuntas menjalani pengobatan," ungkap Raden.
Puskesmas Kecamatan Cilincing juga terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui pembentukan Kampung Siaga TB, pelatihan kader, serta sosialisasi mengenai pentingnya deteksi dini dan kepatuhan berobat.
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Utara, Sari Agustina, mengapresiasi kolaborasi pemerintah dan swasta dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Menurut dia, ini merupakan salah satu fasilitas kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Jika hasil rontgen mengarah pada TB, warga tidak perlu khawatir. Sebab, dapat segera datang ke Puskesmas Pembantu Kalibaru untuk mendapatkan pengobatan.

Ilustrasi tuberkulosis (TBC). Foto: Medcom.id.
“Setelah menjalani pengobatan selama sekitar dua minggu, risiko penularan akan menurun secara signifikan," kata Sari.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TBC. Warga diminta tidak menjauhi penderita TBC karena mereka perlu didampingi agar pengobatannya tuntas.
“Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, kita dapat bersama-sama menekan angka penularan TB di Jakarta Utara," ungkap sari.
Sementara itu, salah satu warga Kalibaru, Kurniawati mengaku terbantu dengan adanya layanan skrining yang dilaksanakan di lingkungan tempat tinggalnya.
"Adanya pemeriksaan TB dengan sistem jemput bola ini sangat membantu sekali karena lebih dekat dari rumah dan tanpa biaya," kata Kurniawati.