Menlu AS Peringatkan Dampak Global jika Iran Kendalikan Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio. (Anadolu Agency)

Menlu AS Peringatkan Dampak Global jika Iran Kendalikan Selat Hormuz

Muhammad Reyhansyah • 22 July 2026 16:34

Manila: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio memperingatkan bahwa membiarkan Iran menguasai Selat Hormuz akan menciptakan preseden berbahaya yang dapat berdampak hingga ke kawasan lain di dunia.

Pernyataan itu disampaikan Rubio di hadapan para menteri luar negeri ASEAN dalam pertemuan di Manila, Filipina, Rabu 22 Juli 2026, ketika ketegangan antara AS dan Iran terus meningkat.

"Jika kita menciptakan preseden di Timur Tengah di mana suatu negara dapat memutuskan mengendalikan jalur pelayaran internasional, memungut biaya, dan menghancurkan kapal jika tidak membayar, kita telah menciptakan preseden yang sangat berbahaya yang akan terulang di belahan dunia lain, termasuk kawasan ini," kata Rubio, dikutip dari Channel News Asia.

Menurut Rubio, Iran tidak memiliki dasar hukum internasional untuk mengendalikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

"Ada prinsip mendasar mengenai kebebasan navigasi yang sedang terancam. Itu tidak boleh dibiarkan terjadi," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah memasuki malam ke-11 berturut-turut melancarkan serangan terhadap sasaran militer di Iran. Washington menyebut operasi itu bertujuan mengurangi kemampuan Iran mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Rubio juga mengatakan AS tetap terbuka untuk menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi.

"Amerika Serikat tetap terbuka dan bersedia terlibat dalam negosiasi yang positif dan konstruktif, asalkan komitmen yang dibuat dihormati," kata Rubio.

Namun, ia menilai Iran belum menunjukkan keseriusan dalam proses perundingan.

"Jika mereka serius, kami juga akan serius. Jika tidak, kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi kepentingan kami dan kepentingan sekutu kami," ujarnya.

Baca juga:  Masuki Malam ke-11, AS Lanjutkan Serangan ke Target Militer Iran

(Willy Haryono)