Gunung Ibu Kembali Erupsi, Jarak Aman Diperluas Jadi 3,5 Kilometer

Erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Minggu (1/3/2026) pukul 17.37 WIT. ANTARA/HO-PVMBG/pri

Gunung Ibu Kembali Erupsi, Jarak Aman Diperluas Jadi 3,5 Kilometer

Whisnu Mardiansyah • 20 May 2026 09:04

Halmahera Barat: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan perluasan jarak aman sektoral sejauh 3,5 kilometer yang diarahkan ke sisi bukaan kawah aktif bagian Utara. Kebijakan ini menyusul terjadinya erupsi susulan di Gunung Ibu yang berada di wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyatakan aktivitas vulkanik terbaru tercatat pada dini hari tadi Rabu, 20 Mei pukul 00.49 Waktu Indonesia Timur (WIT), di mana Gunung Ibu kembali melontarkan material abu ke udara.

"Erupsi tersebut melontarkan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 400 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut," ujar Lana dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu, 20 Mei 2026, 

Berdasarkan rekaman seismogram, erupsi ini memiliki amplitudo maksimum mencapai 28 milimeter dengan durasi sementara sekitar 52 detik. Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Ibu masih berada pada Status Level II atau status Waspada.
 


Sehubungan dengan tingkat aktivitas tersebut, Lana menegaskan bahwa Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi yang bersifat tegas bagi masyarakat setempat, para pengunjung, maupun wisatawan. Rekomendasi tersebut melarang segala bentuk aktivitas di dalam radius dua kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu.

Apabila terjadi pemaparan atau paparan hujan abu vulkanik, warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk segera menggunakan alat pelindung diri. Alat tersebut berupa masker penutup hidung dan mulut, serta kacamata guna mengantisipasi gangguan saluran pernapasan dan iritasi pada mata.


Gunung Ibu menyemburkan abu vulkanik setinggi hingga 600 meter dari atas puncak gunung, Jumat (26/12/2025). ANTARA/HO-PGA Gunung Ibu

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat juga diminta untuk meningkatkan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Pos Pengamatan Gunung Ibu yang berlokasi di Desa Gam Ici.

Sementara itu, masyarakat di Pulau Halmahera diimbau untuk terus memantau perkembangan aktivitas gunung api ini secara berkala melalui aplikasi Magma Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)