Mantan PM Naftali Bennett Sebut Israel Telah Kehilangan AS dan Dunia

Mantan PM Israel Naftali Bennett. (Anadolu Agency)

Mantan PM Naftali Bennett Sebut Israel Telah Kehilangan AS dan Dunia

Willy Haryono • 22 August 2026 17:44

Tel Aviv: Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan Israel telah "kehilangan Amerika Serikat (AS) dan dunia" seraya memperingatkan bahwa posisi internasional negaranya kini berada pada titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Berbicara dalam konferensi Security Concept Conference di Tel Aviv, Rabu lalu, Bennett mengatakan reputasi Israel di mata dunia telah mengalami kemunduran serius.

"Kita telah kehilangan Amerika Serikat, kita telah kehilangan dunia," kata Bennett dalam pernyataannya yang disiarkan melalui kanal YouTube resminya.

"Kita berada pada titik terendah yang paling buruk dalam posisi Israel di dunia sejak negara ini didirikan," lanjut dia, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Bennett juga mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang dinilainya gagal mencapai kemenangan di sejumlah medan konflik.

"Pemerintahan Netanyahu tidak tahu bagaimana cara menang di mana pun, baik itu di Gaza maupun Lebanon. Mereka tidak menang di mana pun," ujarnya.

Menurut Bennett, Israel juga belum memiliki lembaga yang efektif untuk menghadapi kampanye pengaruh yang menurutnya ditujukan untuk merusak posisi Israel di tingkat internasional.

Bennett kini menjadi salah satu tokoh yang menantang Netanyahu menjelang pemilihan parlemen Israel. Ia berulang kali mengkritik cara pemerintah menangani perang di Gaza serta kebijakan terhadap negara-negara yang selama ini menjadi sekutu Israel.

Pemerintahan Netanyahu menghadapi kritik internasional yang semakin besar terkait perang di Jalur Gaza. Sejak perang pecah pada Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina, memaksa sebagian besar penduduk mengungsi, dan menyebabkan kerusakan luas di wilayah tersebut.

Baca juga:  Senator AS Sebut Israel Kian Terisolasi dan Dipandang Negatif Banyak Negara

(Willy Haryono)