Kabut Asap Selimuti Jambi, 2 Penerbangan Dialihkan

Ilustrasi Anadolu

Kabut Asap Selimuti Jambi, 2 Penerbangan Dialihkan

Lukman Diah Sari • 25 August 2026 23:30

Kota Jambi: Kabut asap tebal berdampak langsung pada operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Jambi, Selasa, 25 Agustus 2026. Penurunan jarak pandang yang drastis pada sore hari memaksa sejumlah pesawat mengalihkan pendaratan.

General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, mengatakan jarak pandang di kawasan bandara mengalami fluktuasi sejak siang hingga sore hari, yakni pada rentang pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB. Berdasarkan pemantauan instrumen, jarak pandang tercatat 1.500 meter pada pukul 14.00 WIB, kemudian merosot menjadi 1.000 meter pada pukul 14.30 WIB, dan kembali menipis hingga menyentuh angka 800 meter pada pukul 15.00 WIB.

"Jarak pandang setelah itu sempat membaik menjadi 1.200 meter," kata Ardon di Jambi, Selasa, 25 Agustus 2026, melansir Antara.

Penurunan jarak pandang di bawah batas aman pendaratan tersebut menyebabkan dua jadwal penerbangan komersial yang hendak mendarat di Bandara Sultan Thaha terpaksa dialihkan (divert) ke bandara alternatif, meliputi:
  • Garuda Indonesia (GA 128) rute Jakarta (CGK) – Jambi (DJB) yang dijadwalkan tiba pukul 13.40 WIB dialihkan ke Bandara Hang Nadim, Batam.

  • Citilink (QG 966) rute Jakarta – Jambi yang dijadwalkan tiba pukul 15.20 WIB dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

Kendati demikian, Ardon memastikan bahwa gangguan cuaca ini tidak berdampak pada penerbangan keberangkatan (departure). Seluruh pesawat yang lepas landas dari Bandara Sultan Thaha terpantau masih beroperasi normal tanpa keterlambatan berarti.

Pesawat tujuan Jambi dialihkan ke Batam dan Palembang di Jambi, Selasa (25/8/2026). ANTARA/Screnshoot

Pihak pengelola bandara mengimbau kepada seluruh calon penumpang agar terus memantau pembaruan informasi jadwal penerbangan langsung melalui pihak maskapai, mengingat dinamika jarak pandang akibat kabut asap dapat berubah sewaktu-waktu.

Kabut asap pekat yang menyelimuti sebagian besar wilayah Provinsi Jambi dalam beberapa hari terakhir ini terjadi di tengah masifnya upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang digencarkan di berbagai daerah. Faktor keselamatan penerbangan, khususnya saat fase pendaratan, menjadi prioritas utama pihak otoritas bandara.

(Lukman Diah Sari)