Perang Rusia dan Ukraina masih belum menunjukkan mereda. Foto: Guardian
Lima Warga Sipil Tewas dalam Serangan Saling Balas Rusia-Ukraina
Muhammad Reyhansyah • 24 August 2026 09:50
Kharkiv: Serangan Rusia dan Ukraina menewaskan sedikitnya lima orang di kedua negara dalam rangkaian serangan udara terbaru.
Tiga orang tewas dalam serangan Rusia di Kharkiv, Ukraina, sementara dua anak meninggal akibat serangan drone di Krasnodar, Rusia.
Gubernur Kharkiv Oleh Syniehubov mengatakan, serangan Rusia di pinggiran Kharkiv, Ukraina timur laut, menewaskan tiga orang. Petugas darurat juga menyelamatkan dan mengevakuasi delapan orang, beberapa di antaranya terluka, sementara operasi pencarian masih berlangsung.
Di Rusia, puing-puing drone menghantam sebuah pusat penitipan anak di Krasnodar dalam serangan semalam.
“Dua anak tewas dan sembilan orang lainnya terluka,” kata Gubernur wilayah Krasnodar Veniamin Kondratyev, dikutip dari TRT World, Senin, 24 Agustus 2026.
Puing-puing drone juga menghantam sejumlah gedung apartemen dan fasilitas gudang. Perusahaan ritel daring Rusia Ozon mengonfirmasi pusat logistiknya di Krasnodar terkena serangan dan terbakar.
Sementara itu, Gubernur Stavropol Vladimir Vladimirov mengatakan sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh drone di atas kawasan industri kimia di Nevinnomyssk.
Di tengah meningkatnya serangan udara, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan Rusia berencana merekrut tambahan hingga 300 ribu tentara setelah pemilihan parlemen pada pertengahan September. Jumlah tersebut, menurutnya, dapat meningkat menjadi 500 ribu personel pada 2027 melalui mobilisasi di wilayah-wilayah terpencil Rusia.
Zelensky juga mengatakan, Rusia tengah meningkatkan kapasitas produksi militernya dan dapat memproduksi hingga 1.300 rudal balistik setiap tahun.
Di sisi lain, Ukraina menghadapi kekurangan sistem pencegat rudal untuk menghadapi peningkatan serangan udara Rusia. Zelensky mengatakan Ukraina memperkirakan menerima 264 pencegat Patriot pada 2026, turun dari 364 pada 2025 dan 675 pada 2023.
Ia juga menyebut upaya pertahanan Ukraina menghadapi kekurangan dana sekitar USD27 miliar tahun ini, dengan kebutuhan tambahan USD8 miliar untuk awal 2027 serta USD20 miliar untuk gaji militer dan pembayaran kepada keluarga korban.