Menlu Sugiono Akan Bahas Konsistensi Penerapan Hukum Internasional di Sidang DK PBB

Menteri Luar Negeri Sugiono. (Metrotvnews.com)

Menlu Sugiono Akan Bahas Konsistensi Penerapan Hukum Internasional di Sidang DK PBB

Fajar Nugraha • 26 May 2026 08:56

New York: Menteri Luar Negeri RI Sugiono melakukan kunjungan kerja ke New York pada 25 – 26 Mei 2026, untuk menghadiri pertemuan High-Level Open Debate Dewan Keamanan (DK) PBB yang bertema Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN-centered International System.

Pertemuan di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat ini akan berlangsung pada 26 Mei 2026.  Pertemuan dipimpin oleh Menlu Tiongkok Wang Yi, selaku Presiden DK PBB bulan Mei 2026.

“Sekjen PBB Antonio Guterres menyampaikan briefing dalam pertemuan tersebut.  Sebanyak 22 Menlu dan pejabat setingkat Menteri hadir dalam pertemuan ini,” ujar Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, di New York, Selasa 26 Mei 2026 waktu Amerika Serikat. 

“Pertemuan fokus membahas upaya menjunjung tinggi kembali tujuan dan prinsip-prinsip dalam piagam PBB, penerapan hukum internasional secara konsisten, dan membangun trust antar negara anggota dalam rangka mendorong penyelesaian sengketa secara damai,” imbuh Yvonne. 

Dalam pertemuan, Menlu RI menekankan sejumlah pokok-pokok sebagai berikut: 

- Pentingnya penghormatan terhadap Piagam PBB dan implementasinya secara penuh dan tidak selektif.  

- DK PBB, sebagai organ utama PBB yang dimandatkan untuk memelihara stabilitas dan keamanan internasional, perlu bertindak lebih efektif dalam menghadapi tantangan keamanan global saat ini.

Penerapan Hukum Internasional

Terkait ini, Indonesia terus mendorong reformasi DK PBB agar lebih representatif, demokratis, transparan dan akuntabel. Indonesia juga mengutamakan agar negara Global South harus secara aktif terus dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan didengar. 

“Suaranya harus Pertemuan ini merupakan signature event dari Presidensi Tiongkok di DK selama bulan Mei 2026,” tambah Yvonne.  

Dalam presidensinya kali ini, Tiongkok mengangkat tiga isu utama. Pertama, revitalisasi peran dan penghormatan terhadap piagam PBB; Kedua, memajukan upaya penyelesaian politik di kawasan Timur Tengah  Stabilitas; dan ketiga, pembangunan di Afrika. 

Pertemuan berlangsung di tengah menajamnya rivalitas geopolitik, konflik berkepanjangan, serta penerapan hukum 3 internasional secara selektif yang menggerus kepercayaan terhadap tatanan global dan efektivitas multilateralisme saat ini.  

Di sela-sela kunjungan, Menlu RI juga melakukan sejumlah pertemuan dengan sejumlah Menlu lainnya guna membahas berbagai isu strategis.  

Setelah melakukan kunjungan kerja ke New York, Menlu RI direncanakan melanjutkan perjalanan ke Paris, Prancis pada 26 Mei malam untuk mendampingi Kunjungan Kenegaraan Presiden RI.

Baca juga:  Indonesia Bertahan di Sistem Multilateral untuk Perluas Ruang Strategis Nasional

(Willy Haryono)