BPOM Pastikan Ketahanan Obat dan Pangan RI di Tengah Konflik Timur Tengah

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar membeli martabak untuk dites sampelnya dalam inspeksi mendadak di Jakarta, Rabu (4/3/2026). ANTARA/Mecca Yumna

BPOM Pastikan Ketahanan Obat dan Pangan RI di Tengah Konflik Timur Tengah

Achmad Zulfikar Fazli • 4 March 2026 19:25

Jakarta: Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, memastikan Indonesia memiliki ketahanan obat dan makanan yang baik di tengah konflik Timur Tengah. Sehingga, Indonesia diyakini tak akan mengalami kelangkaan obat dan makanan.

"Kita beruntung, karena beberapa tahun lalu, kita sudah menyiapkan. Jadi, sampai sekarang menurut hitungan-hitungan kita yang tersedia, dari perusahaan-perusahaan besar farmasi kita masih punya kecukupan, jadi insya Allah kita tidak akan mengalami kelangkaan obat, termasuk makanan," kata Taruna, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 4 Maret 2026.

Taruna mengatakan masyarakat dapat bersyukur karena Indonesia kecukupan dalam hal pangan, seperti beras yang tidak lagi impor. Indonesia juga sudah memproduksi sejumlah produk pangan secara mandiri.
 

Baca Juga: 

BPOM Tangerang Temukan Takjil Mengandung Pewarna Tekstil di Pasar Modern



Ilustrasi obat. Metrotvnews.com

Pada Sabtu, 28 Februari 2026, pagi waktu setempat, serangan udara AS-Israel terhadap Iran menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, beserta beberapa anggota keluarganya, komandan militer senior, dan warga sipil.

Iran membalas dengan serangkaian gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.

Media Iran melaporkan Korps Garda Revolusi Islam Iran telah menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal, menyatakan jalur air vital untuk minyak dan gas tersebut tidak aman akibat serangan AS dan Israel.

Terletak di antara Teluk (Persia) dan Teluk Oman, Selat Hormuz berfungsi sebagai satu-satunya jalur laut dari Teluk (Persia) ke laut lepas, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu titik paling vital secara strategis di dunia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)