Arab Saudi Ancam Serangan Balasan Jika Iran Terus Serang Wilayahnya

Arab Saudi merupakan salah satu negara Teluk yang menjadi sasaran serangan Iran dalam konfliknya melawan AS-Israel. (Anadolu Agency)

Arab Saudi Ancam Serangan Balasan Jika Iran Terus Serang Wilayahnya

Willy Haryono • 8 March 2026 08:58

Riyadh: Arab Saudi menyampaikan peringatan kepada Iran bahwa serangan terhadap wilayah kerajaan atau fasilitas energinya dapat memicu respons militer dari Riyadh, meski kerajaan tersebut tetap mendukung penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Pesan disampaikan Arab Saudi kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan regional akibat konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, menurut empat sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut kepada Reuters.

Peringatan itu juga disampaikan sebelum Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk atas serangan yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Dua hari sebelum pidato Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi untuk menyampaikan posisi Riyadh.

Dalam percakapan tersebut, Saudi menyatakan terbuka terhadap segala bentuk mediasi yang bertujuan meredakan konflik dan mencapai penyelesaian melalui negosiasi.

Riyadh juga menegaskan bahwa mereka tidak mengizinkan Amerika Serikat menggunakan wilayah udara atau teritorinya untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Namun, Saudi memperingatkan bahwa jika serangan Iran terhadap wilayah atau infrastruktur energi kerajaan terus berlanjut, Riyadh dapat mengizinkan pasukan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer di negaranya untuk operasi militer.

Selain itu, Saudi juga menegaskan akan melakukan pembalasan jika fasilitas energi vital mereka kembali menjadi sasaran.

Serangan Rudal dan Drone

Sumber yang sama mengatakan bahwa Arab Saudi tetap menjaga komunikasi dengan Teheran melalui jalur diplomatik sejak konflik dimulai pada 28 Februari, setelah runtuhnya perundingan mengenai program nuklir Iran.

Namun, baik Kementerian Luar Negeri Arab Saudi maupun Iran belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut.

Dalam sepekan terakhir, sejumlah negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Arab Saudi dilaporkan menjadi sasaran serangan drone dan rudal Iran.

Serangan tersebut terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama konflik.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan terhadap Israel serta negara-negara Teluk yang menampung instalasi militer Amerika Serikat.

Upaya Meredakan Ketegangan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyatakan bahwa dewan kepemimpinan sementara Iran telah menyetujui kebijakan untuk menangguhkan serangan terhadap negara-negara tetangga.

Serangan baru hanya akan dilakukan jika serangan terhadap Iran berasal langsung dari wilayah negara tersebut.

“Saya secara pribadi meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak oleh tindakan Iran,” kata Pezeshkian.

Namun, belum jelas sejauh mana pernyataan tersebut akan mengubah situasi di lapangan, karena laporan mengenai serangan yang diarahkan ke negara-negara Teluk masih terus muncul di hari yang sama.

Baca juga: Arab Saudi Cegat Rudal yang Meluncur ke Pangkalan Udara Prince Sultan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)