Ribuan orang di 50 negara bagian AS turun ke jalan dalam aksi No Kings dalam memprotes kebijakan Trump. (Anadolu Agency)
Kecam Kebijakan Trump, Aksi 'No Kings' Meluas hingga ke 50 Negara Bagian AS
Willy Haryono • 29 March 2026 17:42
Washington: Aksi protes nasional bertajuk “No Kings” kembali digelar untuk kali ketiga di seluruh Amerika Serikat sejak Sabtu kemarin, dengan ribuan orang turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump.
Demonstrasi berlangsung di 50 negara bagian serta meluas ke 16 negara, dengan lebih dari 3.000 aksi tercatat, menjadikannya salah satu mobilisasi protes terbesar dalam sejarah AS.
Aksi ini digelar di tengah penurunan tingkat kepuasan publik terhadap Trump, termasuk dari sebagian basis pendukungnya sendiri.
Sejumlah isu yang disorot antara lain konflik dengan Iran yang menewaskan personel militer AS, kenaikan harga kebutuhan pokok, tarif perdagangan, hingga masalah layanan publik seperti antrean panjang di bandara.
Di Minnesota, ribuan orang berkumpul di depan gedung parlemen negara bagian dalam aksi yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di wilayah tersebut.
Sementara di Washington DC, sekelompok ibu Palestina menggelar aksi di Lincoln Memorial, membawa bendera Palestina berukuran besar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan luar negeri AS.
Penyelenggara, termasuk kelompok Indivisible dan koalisi aktivis lainnya, menegaskan bahwa aksi ini bersifat non-kekerasan, dengan larangan membawa senjata serta pelatihan de-eskalasi bagi koordinator lapangan.
Namun, aksi tandingan juga terjadi di beberapa lokasi, termasuk di Florida, di mana kelompok pro-Trump sempat berhadapan dengan peserta aksi.
Aksi “No Kings” sebelumnya di bulan Oktober dilaporkan telah diikuti jutaan peserta di seluruh AS.
Baca juga: 8 Juta Warga AS Gelar Aksi ‘No Kings’, Protes Trump dan Perang Iran