Direktur utama bank BTN, Nixon Napitupulu. Metrotvnews.com/Duta Erlangga
BTN Targetkan 150 Ribu Rumah Rendah Emisi hingga 2029
Eko Nordiansyah • 23 January 2026 10:08
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menargetkan pembangunan dan pembiayaan 150 ribu unit rumah rendah emisi hingga 2029 sebagai bagian dari integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis perbankan. Langkah ini menandai pergeseran green financing dari sekadar komitmen kebijakan menjadi bagian dari keputusan kredit inti.
Direktur utama bank BTN, Nixon Napitupulu menegaskan penerapan ESG tidak ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan menjadi mekanisme penyaring utama dalam penyaluran pembiayaan. Setiap proyek perumahan yang dibiayai bank harus memenuhi standar keberlanjutan yang telah ditetapkan secara internal.
“Kami sudah menargetkan sampai 2029 ada 150 ribu rumah rendah emisi yang akan kita produksi,” ujarnya dalam acara Metro TV Green Summit: Accelerating Indonesia’s Green Transition, Kamis, 22 Januari 2026.
BTN menilai sektor perumahan memiliki peran strategis dalam menekan emisi karbon nasional, mengingat kontribusinya terhadap konsumsi energi dan penggunaan material konstruksi. Melalui pembiayaan rumah rendah emisi, bank tidak hanya mendorong transisi hijau, tetapi juga menjaga kualitas portofolio kredit jangka panjang.

(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
ESG masuk keputusan kredit
Integrasi ESG juga diperkuat dari sisi tata kelola. Keputusan pembiayaan proyek hijau berada di bawah pengawasan langsung direksi, sehingga standar keberlanjutan tidak bisa dinegosiasikan di tingkat operasional.“ESG ini disupervisi direktur. Kalau nggak lewat dia, ya nggak jadi kredit,” ujar Nixon.
Dari sisi bisnis, BTN menilai penerapan green financing tidak menghambat pertumbuhan kredit. Permintaan terhadap hunian yang lebih efisien energi justru dinilai meningkat, seiring naiknya kesadaran konsumen dan tekanan biaya energi rumah tangga. Bank melihat peluang pembiayaan hijau dapat berjalan seiring dengan ekspansi kredit, tanpa menambah risiko secara signifikan.
Langkah BTN ini mencerminkan pendekatan praktis green financing di sektor perbankan, di mana prinsip keberlanjutan tidak lagi berhenti pada level kebijakan atau wacana, tetapi diterjemahkan langsung ke dalam produk dan keputusan bisnis sehari-hari. (Muhammad Adyatma Damardjati)