Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews.com/Adinda Vinka.
Jakarta Masih Banjir Meski Cuaca Dimodifikasi? Ini Jawaban Pramono
Fachri Audhia Hafiez • 20 January 2026 00:30
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan penyebab beberapa wilayah ibu kota tetap tergenang banjir meski Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tengah berlangsung. Menurutnya, intensitas hujan pada Sabtu, 17 Januari 2026, terjadi jauh lebih tinggi dibandingkan prakiraan awal, sehingga penyemaian awan tidak sempat dilakukan secara maksimal pada hari tersebut.
“Kenapa Sabtu dan Minggu itu tidak kita lakukan? Karena memang perkiraan kita itu curah hujannya tidak seperti itu. Begitu curah hujannya ternyata tinggi sekali dan kemudian kalau hari Minggunya juga terjadi curah hujan seperti itu, saya yakin pasti bertahan lama banjirnya di Jakarta,” kata Pramono di kawasan Jakarta Pusat, dilansir Antara, Senin, 19 Januari 2026.
Pramono mengungkapkan curah hujan pada Sabtu mencapai 260 mm hingga 280 mm. Merespons kondisi darurat tersebut, ia langsung memerintahkan peningkatan intensitas OMC pada Minggu, 18 Januari, dengan melakukan tiga sorti penerbangan pesawat CASA A-2105 milik TNI AU untuk meluruhkan awan di Selat Sunda dan sekitarnya.
“Kemarin hari Minggu sampai tiga kali penerbangan (sorti). Kebetulan saya perintahkan secara langsung, karena Jakarta sudah pekat sekali ketika sore dari jam tiga, jam dua itu kan sudah pekat sekali,” jelas Pramono.
Ia mengeklaim langkah intervensi cuaca pada hari Minggu berhasil meringankan dampak genangan. Berdasarkan data per Senin pagi, genangan di 33 RW yang sebelumnya terdampak dilaporkan telah surut sepenuhnya. Jika OMC tidak digeber hingga tiga sorti, Pramono khawatir wilayah yang terendam akan jauh lebih luas.
.jpg)
Ilustrasi banjir di Jakarta. Foto: Metro TV/Yurike Budiman.
“Alhamdulillah per tadi pagi itu semua sudah tidak ada yang terdampak lagi. Ada 33 RW,” ujar Pramono.
Sebagai informasi, OMC yang dilakukan sejak 15 Januari hingga 20 Januari mendatang ini merupakan kolaborasi antara BPBD DKI, BMKG, TNI AU, dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia. Penyemaian menggunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) difokuskan pada wilayah Selat Sunda, Serang, hingga Tangerang untuk memecah awan hujan sebelum mencapai daratan Jakarta.